Laporkan Masalah

Evaluasi Kualitas dan Kuantitas Ruang Terbuka Hijau Publik di Kabupaten Sleman (Kasus: Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta)

ABIMANYU ARYA A A, Dr. Andri Kurniawan, S.Si, M.Si, Drs. Bambang Sriyanto Eko Prakoso, MSP

2022 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Ruang terbuka hijau merupakan salah satu sarana yang perannya cukup penting bagi kualitas kawasan perkotaan, termasuk di kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta. Di sisi lain, kawasan perkotaan memiliki lahan terbangun yang relatif tinggi dan permintaan yang terus meningkat seiring jumlah penduduknya yang kian meningkat pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan RTH, menganalisis kualitas RTH, serta menganalisis kebutuhan RTH beberapa tahun mendatang. Evaluasi ketersediaan dan fungsi RTH dilakukan dengan membaginya menjadi analisa kuantitas dan kualitas RTH. Kuantitas RTH dianalisa dengan memanfaatkan nilai NDVI citra Sentinel-2A dan membandingkannya dengan angka kebutuhan RTH menurut jumlah penduduk, luas wilayah, serta dokumen RTRW, sedangkan kualitas RTH dianalisa dengan melihat ketersediaan dan kondisi fasilitas, sarana, dan prasarana yang mendukung fungsi-fungsi intrinsik dan ekstrinsik RTH. Hasil evaluasi kuantitas menunjukkan bahwa ketersediaan RTH di wilayah studi sesuai dengan angka kebutuhan menurut dokumen RTRW. Adapun evaluasi kualitas menunjukkan bahwa RTH yang sudah tersedia masih belum berfungsi secara optimal, baik dari fungsi ekologi, ekonomi, sosial, dan estetika. Kebutuhan RTH atas dasar jumlah penduduk pada tahun 2021, 2026, dan 2031 berhasil dipenuhi oleh semua kapanewon, namun kebutuhan atas dasar luas wilayah baru berhasil dipenuhi oleh Kapanewon Gamping saja.

Open Green Space (Ruang Terbuka Hijau / RTH) is one of the many infrastructures whose role is highly important to the urban spaces around it, including the Yogyakarta Urban Agglomeration area (Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta / APY). On the other hand, urban areas is densely consisted of built-up areas along with its high amount of demand that keep increasing due to its large population. This study's goal is to identify the availability of an RTH, analyze the quality of an RTH, and finally analyze the needs of an RTH in the upcoming years. The evaluation of the availability and functionality of an open green space divided into quantity and quality analysis. An open green space's quantity are observed by utilizing NDVI methods on Sentinel-2A imagery and compare it with the needs of open green space based on population, region's area, and what was written on the RTRW, while the quality of an open green space is identified by observing the number and the condition of facilities provided in the certain open green space. The result shows that the amount of an open green space provided in the area of study is already fulfill the needs that based on RTRW document. The quality evaluation shows that the available green space is still not functioning optimally, both in terms of ecological, economic, social, and aesthetic functions. The need for green space on the basis of population in 2021, 2026, and 2031 was successfully met by all sub-districts, but the need based on area has only been successfully met by Gamping Sub-district.

Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Kuantitas, Kualitas, Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta, Kabupaten Sleman.

  1. S1-2022-423663-abstract.pdf  
  2. S1-2022-423663-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-423663-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-423663-title.pdf