IN SEARCH OF MIGRANT WORKER PROTECTION: INDONESIAN MIGRANT WORKERS AND LABOR POLICIES IN JEONJU, SOUTH KOREA
FADIA IZZABELLA A, Muchtar Habibi, S.IP, M.A, Ph.D
2022 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKSejak tahun 1994, Korea Selatan telah menerima banyak tenaga kerja asing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk tenaga kerja migran dari Indonesia. Namun, perbedaan keyakinan dan budaya pada masyarakat Korea Selatan menjadi salah satu kendala bagi para pekerja migran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan ketenagakerjaan Korea Selatan memenuhi hak ekonomi politik dan budaya pekerja migran di Jeonju dan faktor-faktor yang mendorong implementasi kebijakan tersebut. Jeonju dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu kota dengan tradisi dan adat istiadat yang kuat. Temuan ini dikumpulkan berdasarkan wawancara dengan pekerja migran Indonesia di Jeonju. Kemudian data dari statistik Korea dan jurnal sejarah tentang perjuangan pekerja migran juga mengungkapkan faktor politik dan ekonomi yang berkontribusi. Secara politik dan ekonomi, kebijakan ketenagakerjaan Korea Selatan telah berhasil memenuhi hak-hak pekerja migran, termasuk upah, jam kerja, asuransi, dan keselamatan kerja. Kebijakan ini didukung oleh urgensi ekonomi Korea Selatan terhadap pemenuhan tenaga kerja. Hal ini juga didorong oleh faktor politik dari pengaruh serikat pekerja yang kuat. Meski demikian, dari sisi budaya, buruh migran tidak puas dengan kebijakan ketenagakerjaan yang berlaku. Menjalankan ibadah bagi para pekerja beragama masih menjadi tantangan tersendiri untuk dilakukan di tempat kerja. Diperlukan kebijakan yang lebih sensitif dan toleran terhadap penganut kepercayaan dan budaya yang berbeda di luar Korea Selatan untuk memenuhi hak-hak pekerja migran secara penuh.
Since 1994, South Korea has received ample foreign workers to support economic growth, including migrant workers from Indonesia. However, differences in belief and culture in South Korean society become one of the obstacles for migrant workers. This study aims to find out how South Korea's employment policies fulfill the political economy and cultural rights of migrant workers in Jeonju and the factors that encourage policy implementation. Jeonju was chosen as the research location because it is one of the cities with strong traditions and customs. The findings were collected based on interviews with Indonesian migrant workers in Jeonju. Then data from Korean statistics and historical journals on the struggle of migrant workers also reveal the contributing political and economic factors. Politically and economically, South Korea's employment policies have successfully fulfilled the rights of migrant workers, including wages, working hours, insurance, and work safety. This policy is supported by South Korea's economy's urgency toward fulfilling the workforce. It is also driven by political factors from the influence of strong labour unions. Nevertheless, from a cultural point of view, migrant workers are not satisfied with the prevailing labour policies. Performing worship for religious workers is still challenging to do in the workplace. A more sensitive and tolerant policy towards adherents of different beliefs and cultures outside the South Korean faith is needed to fulfill migrant workers' rights fully.
Kata Kunci : Korean Labor Policy, Indonesian Migrant Workers, Migrant Workers Protection, Migrant Workers Rights