Laporkan Masalah

Analisis Potensi Penggunaan Bus Listrik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Karakteristik Energi dan Emisi CO2 Studi Kasus Bus Trans Jogja Jalur 2B

ANDIKHA WIRA PERKASA, Dr. Ir. Andang Widi Harto, M.T.; Dr. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T.

2022 | Skripsi | S1 TEKNIK FISIKA

Pengadaan transportasi massal bus Trans Jogja yang ditujukan untuk menekan jumlah kendaraan pribadi belum mampu mengatasi permasalahan konsumsi bahan bakar dan emisi CO2. Hal ini karena bus yang digunakan adalah tipe ICE dengan bahan bakar fosil serta masih berpotensi menyumbang emisi CO2. Bus listrik hadir sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan ketergantungan bahan bakar fosil sekaligus menjadi transportasi massal yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur potensi penggunaan bus listrik di Yogyakarta berdasarkan perhitungan konsumsi energi, emisi CO2, serta akan ditentukan sistem pengisian baterai yang sesuai berdasarkan karakteristik siklus berkendara bus Trans Jogja jalur 2B. Kemudian dibandingkan dengan bus ICE untuk mendapatkan persentase penghematan energi dan reduksi emisi. Melalui hasil peneltian diperoleh nilai konsumsi energi bus listrik sebesar 19,60 kWh dan nilai emisi CO2 bus listrik dari sumber pembangkitan menurut proyeksi energi di Indonesia tahun 2025, 2030, 2040, dan 2050 berturut-turut adalah 12,46 kgCO2; 12,27 kgCO2; 12,02 kgCO2; dan 11,87 kgCO2. Persentase penghematan energi bus listrik adalah sebesar 86,28% dan persentase reduksi emisi CO2 bus listrik menurut proyeksi energi di Indonesia tahun 2025, 2030, 2040, dan 2050 berturut-turut adalah 67,15%; 67,65%; 68,31%; dan 68,73%. Sistem pengisian baterai bus listrik yang sesuai adalah jenis fast DC charger 35 kW dengan lama pengisian 12 menit.

The procurement of mass transportation for Trans Jogja buses aimed at reducing the number of private vehicles has not been able to overcome the problems of fuel consumption and CO2 emissions. This is because the utilized bus is an ICE type bus with fossil fuels and still has the potential to contribute to CO2 emissions. The electric bus is as a solution to overcome the problem of dependence on fossil fuels as well as being an environmentally friendly mass transportation. This study was conducted to measure the potential use of electric buses in Yogyakarta based on calculations of energy consumption, CO2 emissions, and an appropriate battery charging system will be determined based on the driving cycle characteristics of the Trans Jogja bus line 2B. Then it is compared with the ICE bus to get the percentage of energy savings and emission reductions. Through the research results, the energy consumption value of electric buses is 19.60 kWh and the CO2 emission value of electric buses from generation sources according to energy projections in Indonesia in 2025, 2030, 2040, and 2050, respectively, is 12.46 kgCO2; 12.27 kgCO2; 12.02 kgCO2; dan 11.87 kgCO2. The percentage of electric bus energy saving is 86.28% and the percentage of electric bus CO2 emission reduction according to energy projections in Indonesia in 2025, 2030, 2040, and 2050 respectively is 67.15%; 67.65%; 68.31%; dan 68.73%. The appropriate electric bus battery charging system is a 35 kW fast DC charger with a charging time of 12 minutes.

Kata Kunci : Bus ICE, Bus Listrik, Energi, Emisi CO2

  1. S1-2022-424991-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424991-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424991-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424991-title.pdf