Analisis Geospasial untuk Penentuan Lokasi Pengembangan Kawasan Industri di Kabupaten Wonogiri
FADIYA SALSABILA, Dr. Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, ST., M.App.Sc., IPM
2022 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESIKabupaten Wonogiri merupakan kabupaten yang menempati urutan kelima sebagai kabupaten kota terluas di Provinsi Jawa Tengah denga area seluas kurang lebih 1800 km����¯�¿�½������². Namun, pertumbuhan industri di wilayah ini belum begitu pesat sehingga perlu adanya pengembangan kawasan industri yang memenuhi standar dan arahan tata ruang wilayah. Hal ini bertujuan agar kawasan industri yang dikembangkan dapat memberikan hasil yang optimal serta terhindar dari degradasi kualitas lingkungan akibat dinamika kegiatan industri. Dalam rangka pengembangan kawasan industri, analisis geospasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat dilakukan untuk menentukan lokasi potensial pembangunan kawasan industri tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini mempertimbangkan delapan kriteria sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40/M-IND/PER/6/2016 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Kawasan Industri diantaranya kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah, jarak terhadap jalan utama, jarak terhadap sungai, jarak terhadap prasarana angkutan (terminal), jarak terhadap jaringan listrik, serta jarak terhadap jaringan telekomunikasi. Proses analisis kemudian dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui nilai bobot masing-masing kriteria. Pembobotan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Expert Choice 11 dan menghasilkan rasio konsistensi sebesar 0,08. Penelitian ini menghasilkan informasi berupa lokasi lahan prioritas untuk pengembangan kawasan industri yang sudah sesuai dengan RTRW Kabupaten Wonogiri tahun 2020-2040 dan syarat minimal luas lahan 50 ha dalam satu hamparan. Tingkat potensi lahan dibagi menjadi lima kelas diantaranya sangat sesuai (S1) sebesar 2,434 ha, cukup sesuai (S2) sebesar 341,802 ha, sesuai marginal (S3) sebesar 1013,372 ha, tidak sesuai untuk saat ini (N1) sebesar 1433,048 ha, dan tidak sesuai permanen (N2) sebesar 180,205 ha. Lahan dengan potensi terbaik terletak di Kecamatan Ngadirojo dengan luas 276,756 ha dan proporsi 99,240% dari seluruh kawasan peruntukan industri di wilayah tersebut.
Wonogiri District ranks fifth as the largest district/city in Central Java Province with an area of approximately 1800 km����¯�¿�½������². However, the industrial growth in this region has not been so rapid that it is necessary to develop industrial area that meet standards and regional spatial directions. It is intended so that the developed industrial area can provide optimal results and avoid environmental quality degradation due to the dynamics of industrial activities. In the case of industrial area development, geospatial analysis using Geographic Information Systems (GIS) can be used to determine the potential locations without compromising the interests of society and the environment. This research considers eight criteria refers to the Minister of Industry Regulation No. 40/M-IND/PER/6/2016 regarding Technical Guidelines for Industrial Area Development, namely slope, land use, soil type, the distance of land to main roads, the distance of land to rivers, the distance of land to transportation infrastructure (bus station), the distance of land to electricity network, and the distance of land to telecommunications network. The analysis process is then carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the weight value of each criteria. The weighting is done using Expert Choice 11 software and produces a consistency ratio of 0.08. This research produces information in the form of priority land locations for the development of industrial area that are in accordance with the the Wonogiri District Spatial Plan 2020-2040 and the minimum land area requirement is 50 ha in one stretch. The level of land potential is divided into five classes including very suitable (S1) for 2,434 ha, moderately suitable (S2) for 341,802 ha, marginally suitable (S3) for 1013,372 ha, currently not suitable (N1) for 1433,048 ha, and permanently not suitable (N2) for 180,205 ha. The most potential land is located in Ngadirojo Sub district with an area of 276,756 ha and a proportion of 99,240% of the entire industrial designation area in the area.
Kata Kunci : AHP, Lokasi Potensial Kawasan Industri, SIG