ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH DENGAN MENGGUNAKAN RASIO KEMANDIRIAN, RASIO DERAJAT DESENTRALISASI DAN RASIO EFISIENSI PADA PEMERINTAH KOTA MADIUN (TAHUN 2017-2021)
SALMA WIDAYANTI S, Mukhlis, S.E., M.Acc.
2022 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor PublikPelaksanaan otonomi daerah merubah paradigma dari pemerintah sentralistis menjadi desentralistis, sehingga menjadikan kinerja pemerintah daerah sangat disorot oleh publik dan tanggungjawabnya semakin besar terutama dalam aspek keuangan. Masyarakat meminta untuk dilakukan transparansi dan akuntabilitas publik oleh pemerintah salah satunya dengan penyajian laporan keuangan. Fungsi utama dari laporan keuangan pemerintah daerah untuk memberikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Namun, tidak semua pihak mengerti tentang laporan keuangan yang disajikan sehingga diperlukan penilaian yang dapat dipahami oleh semua pihak. Penilaian laporan keuangan ini menggunakan analisis rasio. Rasio yang dapat digunakan dalam analisis yang berhubungan dengan PAD yaitu rasio kemandirian, derajat desentralisasi, dan efisiensi. Melalui ketiga rasio ini dapat memberikan gambaran terhadap kemampuan daerah dalam membiayai kebutuhan daerahnya sendiri, kontribusi PAD terhadap penerimaan daerah, dan tingkat efisiensi biaya yang dikeluarkan pemerintah daerah tersebut dalam memperoleh pendapatan. Metode dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan sumber data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa rasio kemandirian masuk dalam kriteria pola hubungan konsultatif dengan kemampuan keuangan rendah, rasio derajat desentralisasi masuk dalam kriteria kemampuan keuangan sedang dan rasio efisiensi masuk dalam kriteria efisiensi berimbang. Melalui hasil perhitungan tersebut Pemerintah Kota Madiun harus lebih memperhatikan faktor apa saja yang memiliki potensi untuk meningkatkan PAD, seperti pemungutan pajak, pendapatan BLUD, pendapatan BOS dan juga pemanfaatan infrastruktur secara maksimal agar lebih bermanfaat dan berkontribusi dalam meningkatkan PAD.
The implementation of regional autonomy changes the paradigm from a centralized government to a decentralized one, thus making the performance of local governments highly highlighted by the public and their responsibilities getting bigger, especially in the financial aspect. The public asks for transparency and public accountability by the government, one of which is the presentation of financial statements. The main function of local government financial reports is to provide financial information to interested parties that is used in decision making. However, not all parties understand the financial statements presented so that an assessment is needed that can be understood by all parties. This financial statement assessment uses ratio analysis. The ratios that can be used in the analysis related to PAD are the ratio of independence, degree of decentralization, and efficiency. Through these three ratios, it can provide an overview of the ability of the region to finance its own regional needs, the contribution of PAD to regional revenues, and the level of cost efficiency incurred by the regional government in obtaining revenue. The method of this research is descriptive research using qualitative and quantitative data sources. Data collection techniques were carried out by interview, documentation and literature study. The results of the analysis and discussion show that the independence ratio is included in the criteria for a consultative relationship pattern with low financial capacity, the degree of decentralization ratio is included in the criteria for moderate financial capability and the efficiency ratio is included in the balanced efficiency criteria. Through the results of these calculations, the Madiun City Government should pay more attention to what factors have the potential to increase PAD, such as tax collection, BLUD income, BOS income and also optimal use of infrastructure to be more useful and contribute to increasing PAD.
Kata Kunci : Analisis, Kinerja Keuangan, Rasio Kemandirian, Rasio derajat Desentralisasi, Rasio Efisiensi