Pengalaman dan Tantangan Transpuan dalam Mengakses Pekerjaan Formal
SEPTIA WITRIANI K, Deshinta Dwi Asriani, M.A., Ph.D
2022 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPenelitian ini berupaya untuk mengelaborasi pengalaman dan tantangan transpuan dalam mengakses pekerjaan formal. Pertanyaan utama yang akan dielaborasi dalam penelitian ini adalah mengapa transpuan masih sulit dalam mengakses pekerjaan formal? selanjutnya, pertanyaan utama ini diturunkan menjadi dua sub rumusan masalah yaitu, 1) Bagaimana pengalaman transpuan saat mengakses pekerjaan formal dan saat bekerja di sektor formal?, 2) Apa saja tantangan yang dihadapi transpuan dalam mengakses kerja di sektor formal?. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi untuk mendeskripsikan pengalaman para transpuan dalam memaknai proses mereka mendapatkan akses terhadap pekerjaan di sektor formal. Peneliti menemukan bahwa, transpuan harus menyembunyikan identitas gendernya sebagai upaya mengakses pekerjaan di sektor formal. Selain itu, transpuan tidak dapat bekerja secara optimal ketika bekerja di sektor formal karena perasaan tidak nyaman dan diskriminasi yang mereka terima di tempat kerja. Terdapat tantangan eksternal dan tantangan internal yang membuat transpuan sulit dalam mengakses pekerjaan di sektor formal. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah, selain upaya kultural dan politik identitas, perlu dilakukan upaya struktural berupa pembuatan regulasi untuk membuka akses transpuan ke sektor pekerjaan formal.
This study seeks to elaborate on the experiences and challenges of transwomen in accessing formal employment. The main question that will be elaborated in this research is why do transwomen still find it difficult to access formal jobs? Next, this main question is reduced to two sub-problems, namely, 1) What is the experience of transwomen when accessing formal work and when working in the formal sector?, 2) What are the challenges faced by transwomen in accessing work in the formal sector?. This research uses a qualitative approach and a phenomenological method to describe the experiences of trans women in interpreting their process of gaining access to employment in the formal sector. The researcher found that transwomen had to hide their gender identity in an effort to access jobs in the formal sector. Besides that, Trans women cannot work optimally when working in the formal sector because of the uncomfortable feeling and discrimination they receive in the workplace. There are external and internal challenges that make it difficult for transwomen to access jobs in the formal sector. The conclusion that can be drawn is that, apart from cultural and identity politics efforts, structural efforts need to be made in the form of making regulations to open up transwomen's access to the formal employment sector.
Kata Kunci : Akses pekerjaan formal, heteronormativitas, dan transpuan.