PERSEPSI PANAS DAN HEAT STRESS TERHADAP PENGGUNAAN APD OLEH TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT DARURAT COVID-19 WISMA ATLET KEMAYORAN
NADHIRA KHAIRANI, Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si, Ph.D dan Vena Jaladara, SKM, MPH
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Penggunaan APD merupakan salah satu upaya utama untuk melindungi tenaga kesehatan dari penularan penyakit. Namun, apabila digunakan dalam waktu lama dapat menyebabkan heat stress dan berdampak terhadap gangguan kesehatan fisik dan psikososial hingga memengaruhi terhadap performa kerja dalam penangan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi panas dan heat stress terhadap tindakan antisipasi heat stress akibat penggunaan APD pada tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan selama pandemi Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain konvergen. Data kuantitatif dikumpulkan dengan cara menyebarkan self-reported questionnare secara daring untuk mengetahui penggunaan APD, persepsi termal dan heat stress serta tindakan antisipasi heat stress pada tenaga kesehatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Sebanyak 92 tenaga kesehatan berpartisipasi untuk mengisi kuesioner tersebut. Data kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 10 tenaga kesehatan untuk mengeksplorasi lebih banyak terkait dengan upaya antisipasi heat stress akibat penggunaan APD serta 2 orang stakeholder untuk mengeksplorasi kebijakan terkait dengan APD dan heat stress di RSDC Wisma Atltet Kemayoran. Data kuantitatif dianalisa menggunakan analisis regresi logistik sementara data kualitatif dianalisa dengan membuat kode dari transkrip wawancara sehingga menghasilkan beberapa kategori terkait denan antisipasi heat stress akibat penggunaan APD pada tenaga kesehatan. Hasil: Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa Sikap positif terhadap penggunaan APD memiliki efek protektif terhadap tindakan melepas APD pada nakes (OR = 0,858; p 0,003). Sebaliknya, tenaga kesehatan yang memiliki sikap positif terhadap penggunaan APD cenderung mengantisipasi heat stress dengan cara beristirahat di ruangan ner-AC (OR = 1,12; p 0,034). Analisa kualitatif beberapa kategori yang terkait dengan upaya antisipasi heat stress pada nakes, di antaranya adalah kebijakan terkait APD, kondisi lingkungan dan fasilitas penunjang, pengalaman terhadap gejala heat stress, aklimatisasi, persepsi terhadap heat stress dan penggunaan APD, serta dukungan rekan kerja. Simpulan: Perlu disediakan area steril di setiap tower pada rea zona merah untuk nakes agar dapat minum secara teratur, yang tentunya memerhatikan ketentuan terkait penggantian APD dan lainnya. Selain itu, diperlukan juga kebijakan terkait dengan heat stress serta promosi kesehatan mengenai heat stress akibat penggunaan APD untuk menambah awareness pada nakes terhadap risiko heat stress akibat penggunaan APD.
Background: Personal protective equipment (PPE) is necessary to protect healthcare workers (HCWs) from disease transmission during the Covid-19 pandemic. However, PPE usage for a particular time can lead to heat stress symptoms and affect work performance, exhaustion, also physical and mental disorders. This research aims to describe heat stress and thermal perception related to PPE usage amongst healthcare workers during the Covid-19 pandemic. Methods: This study was conducted in Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran (RSDC WAK) from February to March 2022. A convergent mix method design was applied. Quantitative data was collected through an online self-reported questionnaire to describe PPE usage, thermal and heat stress perception, and behavioral prevention. About 92 healthcare workers participated in this research. Health care workers and stakeholders were interviewed to explore the anticipation behavior towards heat stress, facilities provided, and policy related to PPE and heat stress prevention. Results: Logistic regression analysis shows that a positive attitude towards PPE usage prevents HCWs from doffing their PPE as heat stress prevention behavior (OR = 0,858; 95% CI = 0,776-0,947). Meanwhile, a positive attitude towards PPE was indicated as a factor that encourages HCWs to anticipate heat stress by resting in an air-conditioned room (OR=1,12; 95%CI=1,008-1,245). The qualitative analysis identified policy related to PPE, provided facilities, environmental conditions, the experience of heat stress symptoms, acclimatization, support by co-workers, and perceptions towards PPE usage and heat stress affect heat stress prevention behavior amongst HCWs. Conclusion: It is necessary to provide a sterile area in each tower at red zone area for health workers to drink regularly, taking into account the provisions regarding the replacement of PPE and others. In addition, policies related to heat stress are also needed and health promotion regarding heat stress due to the use of PPE to increase awareness of health workers to the risk of heat stress due to the use of PPE.
Kata Kunci : heat stress, thermal perceptions, personal protective equipment, Covid-19