Workshop Pengembangan Materi Edukasi Gizi Berbasis Photonovel di SD Negeri Naikoten 1 Kupang
AMANDA JELITA E R J, Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA; Dr. rer. nat. dr. BJ. Istiti Kandarina
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Pemerintah dan masyarakat sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi masalah gizi namun hal ini belum dapat menyelesaikan masalah. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan pemberian edukasi gizi. Namun, sampai saat ini upaya tersebut belum mampu menyelesaikan masalah gizi di setiap kelompok masyarakat. Anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok umur yang berisiko mengalami masalah gizi. Maka dari itu, edukasi gizi yang dibuat perlu memperhatikan kebutuhan dari target sasaran. Hal ini kemudian dikenal dengan participatory learning model. Salah satu bentuk participatory learning model yaitu photonovel. Pengembangan edukasi gizi menggunakan photonovel ini akan melibatkan orang tua yang menjadi bagian yang sangat penting, karena mereka yang menyediakan dan memberi akses makanan terhadap anak. Tujuan: Menganalisis pengembangan materi edukasi gizi berbasis photonovel di SD Negeri Naikoten 1 Kupang. Metode: Penelitian dilakukan untuk menganalisis workshop pengembangan materi edukasi gizi berbasis photonovel di SD Negeri Naikoten 1 Kupang. Penelitian dilakukan dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Hasil: Media edukasi gizi berupa poster yang disediakan pemerintah dinilai masih kurang menggambarkan pesan yang mudah dimengerti oleh anak sekolah. Karena itu peran orang tua berperan penting dalam memberikan edukasi kebiasaan makan yang baik kepada anak. Orang tua terutama ibu akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memberikan makanan yang cepat dan mudah untuk anak sebelum berangkat ke sekolah. Namun saat berada di sekolah, anak memiliki kebebasan untuk memilih memakan bekal atau membeli jajanan jika diberi uang saku oleh orang tuanya. Diskusi mengenai kebiasaan makan anak ini kemudian menjadi materi yang dibahas dalam photonovel yang dibuat bersama ibu siswa. Photonovel yang telah jadi kemudian dibagikan kepada ibu siswa. Hasil menunjukkan ibu-ibu percaya diri dalam memberikan edukasi gizi kepada orang lain menggunakan photonovel. Hasil penilaian terhadap kualitas media edukasi berbasis photonovel yaitu ibu setuju bahwa media edukasi gizi berbasis photonovel baik untuk digunakan dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siapa saja. Kesimpulan: Penilaian terhadap media poster edukasi gizi Kemenkes dinilai baik. Ibu- ibu percaya diri dalam memberikan edukasi gizi kepada orang lain menggunakan photonovel. Penilaian terhadap media edukasi gizi berbasis photonovel dinilai baik untuk digunakan dan bermanfaat untuk semua. Terdapat hambatan yang ditemukan pada saat implementasi rancangan kegiatan workshop yaitu 1) diskusi mengenai waktu pelaksanaan kegiatan; 2) diskusi mengenai bahan diskusi yang ingin didiskusikan dan juga jadwal pelaksanaan; 3) dan mempertimbangkan subjek penelitian menyesuaikan dengan waktu masing-masing calon subjek.
Background: The government and the community have made various efforts to prevent and overcome nutritional problems, but this has not been able to solve the problem. One of the efforts made is by providing nutrition education. However, until now these efforts have not been able to solve nutritional problems in every community group. School-age children are one of the age groups at risk for nutritional problems. Therefore, nutrition education that is made needs to pay attention to the needs of the target audience. This is then known as participatory learning model. One form of participatory learning model is photonovel. The development of nutrition education using this photonovel will involve parents who are a very important part, because they provide and provide access to food for children. Objective: Analyzing the development of photonovel-based nutrition education materials at SD Negeri Naikoten 1 Kupang. Method: The study was conducted to analyze the photonovel-based nutrition education material development workshop at Naikoten 1 Public Elementary School Kupang. The research was conducted with the type of case study research (case study). Results: Nutrition education media in the form of posters provided by the government is considered to still lack a message that is easily understood by school children. Therefore, the role of parents plays an important role in educating children about good eating habits. Parents, especially mothers, will make the best use of their time to provide quick and easy food for their children before going to school. However, while at school, children have the freedom to choose to eat lunch or buy snacks if their parents give them pocket money. This discussion about children's eating habits then became the material discussed in a photonovel made with the students' mothers. The finished photonovel was then distributed to the students' mothers. The results show that mothers are confident in providing nutrition education to others using photonovels. The results of the assessment of the quality of photonovel-based educational media, namely mothers agree that photonovel-based nutritional education media are good for use and can be utilized properly by anyone. Conclusion: The assessment of the Ministry of Health's nutrition education poster media was considered good. Mothers are confident in providing nutrition education to others using photonovels. The assessment of photonovel-based nutrition education media is considered good for use and beneficial for all. There were obstacles found during the implementation of the workshop activity design, namely 1) discussions about the timing of the activities; 2) discussion of the discussion material to be discussed and the implementation schedule; 3) and consider the research subject according to the time of each prospective subject.
Kata Kunci : Workshop, Edukasi gizi, Kebiasaan makan, Anak usia sekolah, Photonovel