Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Faktor Personal Dan Faktor Situasional Terhadap Toleransi Atas Perilaku Audit Disfungsional Dengan Moral Reasoning Sebagai Variabel Pemoderasi

AINUL YAQIN, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D.

2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh faktor personal dan faktor situasional terhadap toleransi atas perilaku audit disfungsional seorang auditor serta peran moral reasoning auditor dalam melemahkan toleransi atas perilaku audit disfungsional. Metode Penelitian - Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Menggunakan kuesioner online dengan total 187 responden dari 41 KAP yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta. Kuesioner disebarkan pada rentang bulan Agustus hingga Oktober 2021 melalui tautan google form. Data dianalisis dengan bantuan software SPSS IBM Versi 24. Hasil - Penelitian ini menemukan adanya hubungan positif dan signifikan antara faktor personal dan faktor situasional dengan toleransi atas perilaku audit disfungsional, tetapi tidak dapat membuktikan bahwa moral reasoning/penalaran moral auditor dapat melemahkan baik pengaruh faktor personal maupun faktor situasional terhadap toleransi atas perilaku audit disfungsional. Batasan Penelitian - Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Penelitian ini hanya terbatas pada KAP yang beroperasi di wilayah Jakarta, hanya menggunakan masing-masing dua proksi untuk masing-masing variabel, hanya menggunakan teori atribusi, dan hanya dapat menjangkau KAP yang memperbaharui datanya pada laman PPPK. Originalitas - Penelitian ini memberikan kebaharuan pada segi variabel independen. Variabel independen yang berupa faktor-faktor yang memengaruhi seorang auditor dalam mempertimbangkan toleransi atas perilaku audit disfungsional dikelompokkan menjadi dua faktor utama, yakni faktor personal dan faktor situasional dengan mengacu pada teori atribusi. Penelitian ini juga menambahkan variabel moderasi dari wilayah etika.

Objective - This study aims to provide empirical evidence regarding to the effect of personal and situational factors on tolerance for dysfunctional audit behavior of an auditor, as well as the role of auditor moral reasoning in weakening tolerance for dysfunctional audit behavior. Design/ methodology - This research is quantitative descriptive and using an online questionnaire with a total of 187 respondents from 41 KAPs operating in the DKI Jakarta area. The questionnaire was distributed in the range of August to October 2021 via the google form link. Data were analyzed with the help of IBM SPSS Version 24 software. Result - This study found a positive and significant relationship between personal and situational factors with tolerance for dysfunctional audit behavior. However, it cannot prove that the auditor's moral reasoning can weaken the influence of personal and situational factors on tolerance for dysfunctional audit behavior. Research limitation/implications - This study has several limitations. This study is only limited to KAPs operating in the Jakarta area. This research only uses 2 (two) proxies for each variable. This research only uses attribution theory. This research can only reach KAPs who update their data on the PPPK page. Novelty/originality - This research provides novelty in terms of independent variables. Independent variables in the form of factors that influence an auditor in considering tolerance for dysfunctional audit behavior are grouped into two main factors, namely personal factors and situational factors with reference to attribution theory. This study also adds a moderating variable from the area of ethics.

Kata Kunci : Audit disfungsional, toleransi atas perilaku audit disfungsional, faktor personal, faktor situasional, letak kendali internal, auditor burnout, tekanan anggaran waktu, kompleksitas tugas, moral reasoning.

  1. S2-2022-447378-Abstract.pdf  
  2. S2-2022-447378-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-447378-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-447378-title.pdf