Laporkan Masalah

Semiotika foto jurnalistik :: Kajian terhadap foto peristiwa lengsernya Gus Dur di halaman muka harian Kompas dan Republika

SETIAWAN, Kurnia, Prof.Dr. R.M. Soedarsono

2003 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Suatu peristiwa yang terjadi seringkali ditampilkan dengan sangat beragam di media massa, baik melalui pemberitaan dalam bentuk tulisan ataupun visual berupa foto. Hal ini yang seringkali menyebabkan terjadinya bias dan distorsi penafsiran bagi permirsa, karena adanya perbedaan antara realitas yang terjadi dengan tampilan realitas versi tiap – tiap media. Penelitian ini akan mengkaji tampilan visual berupa foto pada halaman muka surat kabar. Graham Clarke dalam buku The Photograph mengatakan, bahwa fotografi dapat dibaca bukan saja dilihat sebagai image, tetapi juga sebagai teks. Oleh sebab itu, penelitian ini akan melakukan kajian yang lebih mendalam sehubungan dengan muatan pesan yang terkandung di dalam foto – foto tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik Roland Barthes dan untuk melengkapi pemahaman secara kontekstual, maka digunakan analisis framing dari Robert N. Entman. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas perspektif dan mengembangkan wacana dalam memahami foto jurnalistik sebagai salah satu media komunikasi visual. Peristiwa yang dijadikan kajian adalah pemberitaan pada saat lengsernya Gus Dur yang ramai menjadi wacana publik, dengan mengambil contoh pada dua media massa, yaitu: harian Kompas dan Republika. Hasil analisis dari foto – foto kedua media tersebut, memperlihatkan perbedaan yang mencolok. Foto jurnalistik memang dapat merekam potongan realitas yang terjadi, tetapi tidak mampu menampilkan kebenaran secara utuh. Tulisan dan gambar yang tampil pada media massa, merupakan wujud subjektifitas dalam menafsirkan suatu peristiwa, yang kemudian dikonstruksikan kembali melalui berita yang berisi fakta dan opini menurut versi mereka masing – masing. Oleh karena itu, sikap kritis selalu diperlukan dalam membaca dan melihat tampilan suatu berita di media massa.

This thesis is basically an interpretive inguiry into significance of images at the newspaper front page. The basic idea of this thesis is derived from the news of the mass media which oftens performed variously whether in written or visual devices, such as a phototograph or picture. Modes of representation often effect bias or distortion to the audience, because the difference between reality and the report that is contructed by each media. Graham Clarke in “The Photograph” said that photography could be seen not as an image, but also as a ‘text’. That’s why this research more deeply regarding with the content of the massages in the photos. This research uses Roland Barthes semiotic approach and framing analisys based by Robert N. Entman. Hopefully, this research can expand the perspective and develop the discourse in understanding photojournalism as a visual communication. The research used two of famous newspaper, Kompas and Republika on July 2001, on the issues about impeachment of Gus Dur as third presiden of Indonesia. The result of the analisys of the photographs from those two media, showed an extreme difference. Photojurnalism only record slices of the reality, but cannot hold the whole-truth. The text and the picture seemed to be the subjective form of media interpretive, then reconstructed in form of news which content facts and opinion according to their version. That’s why criticism is always needed in reading and seeing the news in mass media.

Kata Kunci : Fotografi,Semiotika Foto Jurnalistik,Lengsernya Gus Dur


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.