Comparison of Early Vitrectomy versus Bevacizumab Intravitreal Injection Complications for Management of Diabetic Vitreous Hemorrhage
NURMALIA MABRUROH, dr. Supanji, M.Kes., Ph.D., Sp.M(K); dr. M. Bayu Sasongko, M.Epi., Ph.D., Sp.M(K)
2022 | Tesis-Spesialis | ILMU KESEHATAN MATALatar Belakang Untuk membandingkan komplikasi vitrektomi dini dengan injeksi intravitreal Bevacizumab pada pasien RD lanjut dengan perdarahan vitreus. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif dengan jumlah sampel 96 pasien retinopati diabetika dengan perdarahan vitreus, yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok 1 (40 pasien) yang dilakukan vitrektomi dan kelompok 2 (56 pasien) yang dilakukan injeksi intravitreal bevacizumab. Dilakukan evaluasi 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan pasca tindakan untuk mengetahui komplikasi tindakan. Hasil Pada evaluasi 3 bulan didapatkan komplikasi katarak kelompok vitrektomi 4 (11,4%) kasus, kelompok injeksi intravitreal yaitu 1 (1.9%) kasus. Perdarahan ulang terjadi pada 1(2,5%) kasus pada kelompok vitrektomi dan 5(8,9%) kasus pada kelompok injeksi intravitreal bevacizumab. Progresi RD terjadi pada 1 (2,5%) kasus pada kelompok vitrektomi dan sebanyak 5 (8,9% kasus pada kelompok injeksi intravitreaal anti VEGF. Peningkatan TIO terjadi pada 1 (2,5%) kasus pada vitrektomi dan 1(1.8%) kasus pada kelompok injeksi intravitreal bevacizumab. komplikasi katarak, perdarahan ulang, progresi RD, peningkatan TIO tidak bermakna secara statistik (p>0.05) Kesimpulan Tindakan vitrektomi dan injeksi intravitreal bevacizumab memiliki keamanan yang sebanding dalam kurun waktu pengamatan selama tiga bulan. Komplikasi dalam jangka yang lebih panjang belum dapat disimpulkan.
Background To compare the complications of early vitrectomy with intravitreal injection of Bevacizumab in patients with advanced diabetic retinopathy with vitreous hemorrhage. Method This study is a retrospective cohort study with a sample of 96 diabetic retinopathy patients with vitreous hemorrhage divided into two groups, namely group 1 (40 patients) who underwent vitrectomy and group 2 (56 patients) who underwent intravitreal injection of Bevacizumab. Both groups underwent evaluation one month, two months, and three months after the procedure to determine the complications of the procedure. Results In the 3-month evaluation, there were 4 (11.4%) cases of cataract complications in the vitrectomy group and 1 (1.9%) case in the intravitreal injection group. Rebleeding occurred in 1 (2.5%) case in the vitrectomy group and 5 (8.9%) cases in the bevacizumab intravitreal injection group. Progression of diabetic retinopathy occurred in 1 (2.5%) case in the vitrectomy group and 5 (8.9%) cases in the anti-VEGF intravitreal injection group. IOP elevation occurred in 1 (2.5%) case in the vitrectomy group and 1 (1.8%) in the bevacizumab intravitreal injection group. Cataract, rebleeding, progression of diabetic retinopathy, and increase in IOP were not statistically significant (p>0.05) Conclusion Vitrectomy and intravitreal injection of Bevacizumab has comparable safety over a three-month follow-up period. Complications in the longer term cannot be concluded.
Kata Kunci : Retinopati Diabetika, Perdarahan Vitreus, Injeksi Intravitreal, Anti- VEGF, Vitrektomi