Laporkan Masalah

Study of evaluation of Civil Servants' Performance (DP3)

SATHYA, Moeung, Dr. Yeremias T. Keban

2003 | Tesis | S2 Ilmu Administrasi Negara

Sistem penilaian pelaksanaan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (DP3) telah dirumuskan dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1979 dan Surat Ederan nomor 02/SE/1980 yang mengandung delapan elemen atau parameter yaitu kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kooperasi, prakarsa, dan kepemimpinan. Tetapi manajemen sistem penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS yang menggunakan peraturan pemerintah tersebut udah mengalami beberapa kesulitan sebab elemen dan prosesnya tidak efektif dan tidak konsisten lagi dengan apa yang dikerjakan oleh PNS dalam tempat kerja. Maka titik berat yang penting harus ditemukan di dalam penelitian ini adalah mencari mengapa dan faktor apa yang menyebabkan sistem penilaian menjadi tidak efektive. Menjawab pertanyaan ini adalah tema yang pokok yang harus ditemukan dalam tesis ini. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data yang dikumpulkan, mendeskripsikan penggunaan parameter dalam evaluasi pelaksanaan pekerjaan PNS secara empiris. Kemudian informasi-informasi yang didapatkan melalui pertanyaan-pertanyaan, observasi dan dokumen-dokumen penting yang lain. Lebih dari itu penelitian ini menfokuskan terutama kepada studi literatur terhadap sistem evaluasi pelaksanaan pekerjaan PNS, analisis faktor lingkungan dan studi analisis retrospektive evaluasi pelaksanaan pekerjaan PNS supaya mendapat satu sistem evaluasi pelaksanaan pekerjaan PNS yang baru. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa (1). menurut pengajian literatur (literature study) sistem penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS (DP3) tidak ada hubungan antara pelaksanaan pekerjaan PNS dengan tujuan, visi dan misi organisasi; informasi yang dapat dari DP3 tidak valid dengan prestasi kinerja PNS; tidak dapat dipercaya (not reliable); mempunyai tinggat akseptabilitas dan spesifikasi yang rendah. Dalam mengaji (2). analisis retrospektive (retrospective analysis) membukti bahwa sistem DP3 kurang informasi yang lengkap antara evaluasi kinerja PNS dan tujuan organisasi. Masalah validitas juga tidak dapat diperhatikan secara signifikan, kurang sosialisasi, orientasi dan pemahaman yang mendalam terhadap sistem DP3. Sedangkan (3). analisis faktor lingkungan telah memberikan kejelasan bahwa adanya kecendurungan penyimpangan dalam evaluasi kinerja PNS; adanya banyak faktor yang menghambat kinerja PNS supaya dia tidak bisa berkerja sesuaian dengan standard kinerja yang dibutuhkan. Sistem DP3 sekarang tidak menemuhi tutuntan Good Governance. Melainkan peraturan-peraturan dan undang-undang yang mengatur organisasi pemerintah dan manajemen sumber daya manusia tidak memeberi daya pendorong terhadap pengukuran kinerja PNS. Untuk mengatasi dan agar dapat sistem penilaian pelakanan perkejaan PNS yang baru peneliti memberikan rekommendasi bahwa sistem DP3 yang baru sebaiknya diorientasikan kepada menwujudkan tujuan, visi, dan misi organisasi, sesuai dengan ketentuan-ketentuan validitas alat pengukuran (Validity instrument). Alat pengukuran harus mudah dipraktikkan dan diterapkan dalam tempat kerja dan bisa diterima baik oleh pihak penilai dan pihak yang dinilai supaya kelemahan dan penyimpangan bisa dihapuskan. DP3 harus relevan dengan pekerjaan yang nyata dengan menfokuskan kepada prinsip manajemen sumber daya mananusia (the right man in the right place), sesuaian dengan Management by Objectives (MBO) dan orientasi pekerjaan. Sedangkan menurut Decenzo and Robbins (2002: 285-288) sistem evaluasi yang efektive harus menggunakan behaviorbased measures, combine absolute dan relation standards, utilize multiple raters, rate selectively, dan train appraisers.

Kata Kunci : Pegawai Negeri Sipil,Evaluasi,DP3


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.