Laporkan Masalah

Analisis Kapasitas dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Wisata Bagot, Samosir

BERNADET SIHOMBING, John Suprihanto, Dr., M.I.M.

2022 | Tesis | Magister Kajian Pariwisata

Berdasarkan Statistik Potensi Desa 2018 oleh Kementrian DPDTT, tercatat Indonesia memiliki 7.275 desa wisata yang tersebar merata di seluruh provinsi. Kesuksesan desa wisata yang diberitakan di berbagai media menyebabkan masyarakat Lumban Sitanggang terdorong untuk membentuk Desa Wisata Bagot pada September 2020 yang lalu. Desa wisata baru umumnya menghadapi permasalahan umum seperti kurangnya pemahaman mengenai pariwisata dan belum maksimalnya pemberdayaan masyarakat sehingga kurangnya kemampuan masyarakat untuk mengolah potensi daerahnya. Memperlengkapi diri dengan konsep CCB pengelolaan yang baik dapat memaksimalkan kinerja desa wisata. Beberapa ahli menyatakan bahwa CCB merupakan komponen penting dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata khususnya di pedesaan. Namun implementasi CCB masih belum dilakukan di sebagian besar pengembangan pariwisata, termasuk di Desa Wisata Bagot. Permasalahan yang timbul yang berkaitan dengan kapasitas yang dihadapi oleh Desa Wisata Bagot adalah belum maksimalnya hasil yang diperoleh dari pelatihan yang diikuti dan dominasi masyarakat Lumban Sitanggang pada Pokdarwis Desa Wisata Bagot. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kapasita individu, organisasi, dan komunitas Desa Wisata Bagot, mengidentifikasi penyebab tidak terimplementasinya CCB, dan mengevaluasi kapasitas dengan pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Bagot. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan yang memperoleh manfaat langsung dari Desa Wisata Bagot (anggota Pokdarwis & kepala Desa Parlondut) serta tidak langsung (masyarakat di luar Lumban Sitanggang). Dari hasil analisis yang telah dilakukan, ditemukan bahwa Desa Wisata Bagot pada level individu, organisasi dan komunitas memiliki kapasitas sedang. Evaluasi yang dilakukan terhadap pemberdayaan dan kapasitas Desa Wisata Bagot menunjukkan bahwa pemberdayaan sosial dan pemberdayaan psikologis masyarakat Desa Wisata Bagot masuk dalam kategori tinggi dan pemberdayaan politik yang dirasakan masuk dalam kategori sedang.

Based on the 2018 Village Potential Statistics by the Ministry of DPDTT, it is recorded that Indonesia has 7,275 tourist villages spread evenly throughout the province. The success of the tourist village that was reported in various media caused the Lumban Sitanggang community to be compelled to form the Bagot Tourism Village in September 2020. New tourist villages generally face general problems such as a lack of understanding about tourism and community empowerment has not been maximized so that the community's lack of ability to cultivate the potential of the region. Equipping themselves with the CCB concept of good management can maximize the performance of tourist villages. Some experts state that CCB is an important component in tourism planning and development, especially in rural areas. However, the implementation of CCB has not been carried out in most tourism developments, including in the Bagot Tourism Village. The problems that arise related to the capacity faced by the Bagot Tourism Village are that the results obtained from the training that are followed and the dominance of the Lumban Sitanggang community in the Bagot Tourism Village Pokdarwis have not been maximized. The purpose of this study is to identify the capacity of individuals, organizations, and communities in the Bagot Tourism Village, to identify the causes of CCB not being implemented, and to evaluate the capacity for community empowerment in the Bagot Tourism Village. A qualitative approach was used in this study by conducting in-depth interviews with informants who benefited directly from the Bagot Tourism Village (members of Pokdarwis & the head of Parlondut Village) and indirectly (people outside Lumban Sitanggang). The results of the analysis that has been carried out that it was found that the Bagot Tourism Village at the individual, organizational and community level has a moderate capacity. The evaluation carried out on the empowerment and capacity of the Bagot Tourism Village shows that the social empowerment and psychological empowerment of the Bagot Tourism Village community are in the high category and political empowerment which is felt to be in the medium category.

Kata Kunci : kapasitas masyarakat, pemberdayaan masyarakat, desa wisata

  1. S2-2022-467817-abstract.pdf  
  2. S2-2022-467817-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-467817-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-467817-title.pdf