Laporkan Masalah

Hubungan Dukungan Keluarga, Perilaku Manajemen Mandiri Diabetes, dan Kadar HbA1c pada Peserta Prolanis di Kabupaten Manggarai

LEONARDUS R SUSILO, dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH, Ph.D ; Dr. dr. Emy Huriyati, M.Kes

2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Jumlah penderita diabetes di dunia sangat banyak dan akan terus meningkat. Cakupan pemeriksaan gula darah di Nusa Tenggara Timur masih sangat rendah. Diabetes memberikan beban finansial yang sangat tinggi dan komplikasi yang berat. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dengan diadakan kegiatan prolanis untuk dapat mengkontrol kadar HbA1c dari pesertanya. Target HbA1c < 7% itu dapat dicapai dengan perilaku yang baik dari peserta prolanis dengan dibantu oleh dukungan keluarga yang baik pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan dukungan keluarga dan menajemen mandiri diabetes dengan kadar HbA1c. Metode yang dipakai adalah analisis kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di klinik dan puskesmas yang memiliki kelompok prolanis di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 186 subyek. Rata-rata nilai manajemen mandiri diabetes adalah 4,482 (min. 0 � max. 10) dan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kadar HbA1c setelah dikontrol oleh variabel lain. Semakin baik dimensi kontrol makanan maka semakin baik pula kemungkinan seseorang mempunyai kadar HbA1c. Rata-rata nilai dukungan keluarga adalah 2,433 (min. 1 � max. 4) dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kadar HbA1c. Dimensi instrumental secara signifikan akan meningkatkan kemungkinan seseorang memiliki kadar HbA1c yang tidak terkontrol. Keluarga dapat membantu pasien dengan diabetes dalam memperbaiki perilaku manajemen mandiri diabetes sehingga target Kadar HbA1c dapat tercapai. Dukungan instrumental harus dievaluasi kembali oleh keluarga agar dapat memberikan dukungan yang baik dan benar. Perbaikan manajemen mandiri dapat difokuskan kepada kontrol makanan yang dikonsumsi oleh pasien dengan diabetes.

The number of people with diabetes in the world is extensive and will continue to increase. The coverage of blood sugar checks in East Nusa Tenggara is inadequate. Diabetes presents a very high financial burden and severe complications. One way to overcome this is by holding prolanis activities to be able to control the blood sugar levels of the participants. The target HbA1c < 7% can be achieved with good behavior from prolanis participants with the help of good family support as well. The purpose of this study is to examine the correlation between family support and diabetes self-management with HbA1c level. The method used is quantitative analysis with cross sectional design This research was conducted in clinics and health centers that have prolanis groups in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. The sample size is 186 research subject. The average score for diabetes self-management was 4,482 (min. 0 � max. 10) and had a significant correlation with HbA1c after controlled by other variables. Increasing in dimension of food control�s score will increase the probalbility to have a good control of HbA1c. The average value of family support is 2,433 (min. 1 � max. 4) and has no significant correlation with HbA1c levels. The instrumental dimension of family support has a significant correlation to have uncontrolled HbA1c level. Improving diabetes self-management behavior can improve blood sugar control in prolanis participants. Instrumental support must be evaluated by family and family can give support correctly. Diabetes self-management can start with improving food control on patients with diabetes.

Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Manajemen Mandiri Diabetes, HbA1c.

  1. S2-2022-471372-abstract.pdf  
  2. S2-2022-471372-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-471372-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-471372-title.pdf