Evaluasi Pengendalian Infeksi di Lingkungan Rumah Sakit Akademik UGM pada Masa Pandemi COVID-19
BERNADETA RACHELA A, Dr. dr. Andreasta Meliala, Dipl.PH., M.Kes., MAS
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Pelayanan kesehatan merupakan institusi yang memiliki tingkat bahaya dan risiko yang tinggi. COVID-19 meningkatkan risiko yang mengancam keselamatan dan kesehatan petugas kesehatan. Instalasi Gawat Darurat menjadi area yang memiliki transmisi COVID-19 yang tinggi. Salah satu cara melindungi petugas kesehatan dari bahaya adalah dengan mengimplementasikan pencegahan dan pengendalian infeksi. Pengendalian teknis dan administratif perlu dipertimbangkan sebelum beralih pada penggunaan alat pelindung diri. Upaya-upaya ini perlu dilakukan evaluasi secara berkelanjutan. RSA UGM, salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 telah mengimplementasikan pengendalian infeksi untuk menjamin keselamatan dan kesehatan petugas. Tujuan: Mengevaluasi implementasi pengendalian teknis dan administratif di IGD RSA UGM pada masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan suatu studi kasus dengan unit analisis tunggal (holistic, single case design). Informan yang dipilih adalah manajemen dan petugas yang terlibat pada implementasi pengendalian teknis dan administratif. Pengumpulan data dengan observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Instrumen yang digunakan adalah pedoman WHO berjudul “Ensuring a safe environment for patients and staff in COVID-19 health-care facilities†dan daftar pertanyaan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data tematik. Hasil: Berdasarkan instrumen penilaian WHO, RSA UGM telah menerapkan pengendalian teknis dan administratif di IGD RSA UGM. Pengendalian teknis berupa penambahan dan modifikasi ruangan, pemasangan partisi, dan mempertimbangkan ventilasi di ruangan. Pengendalian administratif yang telah diterapkan antara lain dorongan untuk melakukan praktik PPI baik untuk petugas, pasien, dan pengunjung di IGD serta pembersihan dan desinfeksi permukaan. Penerapan pengendalian ini telah membuat petugas di IGD merasa aman bekerja. Kesimpulan: RSA UGM telah mengimplementasikan pengendalian teknis dan administratif. Petugas di IGD merasa aman bekerja di IGD walaupun hasil penilaian implementasi pengendalian teknis dan administratif menurut penilaian WHO belum sepenuhnya mencapai target. Perubahan tren kasus COVID-19 mempengaruhi penerapan pengendalian teknis dan administratif. Oleh karena itu pemantauan pelaksanaan secara berkala perlu dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan rumah sakit bagi petugas dan pasien.
Background: Health service is an institution that has a high level of hazard and risk. COVID-19 increases the risks that threaten the safety and health of healthcare workers. The Emergency Department (ED) is an area that has high COVID-19 transmission. One of the ways to protect health workers from hazards is to implement infection prevention and control (IPC). Engineering and administrative controls need to be considered before the use of personal protective equipment. These efforts need to be periodically evaluated. Gadjah Mada Academic Hospital (RSA UGM), one of the COVID-19 referral hospitals, has implemented infection control to ensure the safety and health of officers. Objective: To evaluate the implementation of engineering and administrative controls in the RSA UGM ED during the COVID-19 pandemic. Methods: This research is a case study with a single unit of analysis. The informants are management and workers involved in the implementation of engineering and administrative controls. The data collection methods are structured observation, in-depth interviews, and document review. The instruments were the WHO guideline entitled "Ensuring a safe environment for patients and staff in COVID-19 health-care facilities" and a list of interview questions. The data analysis technique used is thematic data analysis. Result: Based on the WHO assessment tool, RSA UGM has implemented engineering and administrative control at the RSA UGM ED. The engineering controls conducted at the RSA UGM ED are room additions and modifications, partitions installation, and have considered ventilation in the room. Encouragement to conduct IPC practices for staff, patients, and visitors in the ED and surface cleaning and disinfection are the administrative controls measure in RSA UGM ED. The implementation of this control has made the staff in the ED feel safe to work. Conclusion: RSA UGM has implemented engineering and administrative controls. Staff in the ED feel safe working in the ED even though the results of the assessment of the implementation of engineering and administrative controls according to WHO's assessment have not fully reached the target. Trends in COVID-19 cases may affect the implementation of technical and administrative controls. Therefore, regular monitoring needs to be conducted to ensure the safety of the environment for staff and patients.
Kata Kunci : fasilitas pelayanan kesehatan, tindakan pengendalian infeksi, covid-19