Analisis Daya Dukung dalam Menentukan Strategi Pengembangan Quality Tourism Pada Aktivitas Wisata Pendakian di TWA Gunung Batur Bukit Payang dalam Era New Normal
IDA BAGUS GOWINDA PU, Dr. rer. pol. Dyah Widiyastuti., S.T., M.CP. ; Prof. Dr. Dyah Mutiarin, S.I.P., M.Si.
2022 | Tesis | Magister Kajian PariwisataDalam perkembangannya wisata pendakian Gunung Batur di Taman Wisata Gunung Batur Bukit Payang mulai mengarah pada praktik pariwisata massal, yakni sebuah konsepsi yang menitikberatkan pada kuantitas ketimbang kualitas wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pilihan strategi pengembangan wisata pendakian Gunung Batur di Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang dengan mempertimbangkan nilai daya dukung lingkungan. Hal ini dipandang dapat digunakan untuk meminimalisir dampak negatif yang bisa saja terjadi akibat dari adanya aktivitas wisata, khususnya di kawasan konservasi. Serta dapat digunakan sebagai dasar pengembangan wisata pendakian gunung yang lebih berkualitas dalam era New Normal. Adapun tahapan analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah (1) identifikasi profil Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang dan atraksi wisatanya; (2) penilaian terhadap daya dukung lingkungan sebagaimana dikembangkan oleh Cifuentes; (3) identifikasi terhadap potensi pariwisata dengan menggunakan matriks SWOT; (4) identifikasi terhadap potensi permasalahan melalui wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan; dan (5) telaah dan penentuan strategi pengembangan pariwisata yang dilakukan dengan analisis Analytical Hierarchi Process (AHP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian daya dukung yang efektif (Effective Carrying Capacity) adalah 223 orang pada jalur pendakian dan 487 orang pada area puncak per hari. Strategi pengelolaan wisata pendakian yang umum dilakukan pihak pengelola hanya mengikuti visi pengelolaan Geopark, sementara pada masa pandemi Covid-19 pihak pengelola memutuskan untuk menutup segala aktivitas wisata termasuk pendakian Gunung Batur. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa tiga teratas strategi pengembangan wisata pendakian Gunung Batur di Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang adalah meningkatkan dan memadukan promosi atau pemasaran paket wisata pendakian beserta produk lokal, pengendalian jumlah kunjungan wisatawan pendakian dan edukasi konservasi lingkungan kepada wisatawan serta masyarakat.
In its development, Mount Batur climbing tours in TWA Gunung Batur Bukit Payang began to lead to the practice of mass tourism, which is a conception that focuses on quantity rather than the quality of tourists. This study aims to examine the strategic options for developing Mount Batur climbing tours in TWA Gunung Batur Bukit Payang by considering the value of environmental carrying capacity. It is seen that this can be used to minimize the negative impacts that may occur as a result of tourism activities, especially in conservation areas. And can be used as a basis for developing higher quality mountaineering tourism in the New Normal era. The stages of analysis used in this research are (1) identification of the profile of TWA Gunung Batur Bukit Payang and its tourist attractions; (2) assessment of environmental carrying capacity as developed by Cifuentes; (3) identification of tourism potential using the SWOT matrix; (4) identification of potential problems through in-depth interviews with stakeholders; and (5) the study and determination of tourism development strategies carried out by analysis of the Analytical Hierarchy Process (AHP). The results of this study indicate that the assessment of the effective carrying capacity is 223 climbing tourists on the hiking trail and 487 climbing tourists on the peak area per day. This value is higher than the number of only 183 climbing tourists daily. The general climbing tourism management strategy carried out by the manager only follows the vision of Geopark management, while during the Covid-19 pandemic the manager decided to close all tourist activities including Mount Batur climbing tours. The results of the AHP analysis show that the top three strategies for developing Mount Batur climbing tours in TWA Gunung Batur Bukit Payang are increasing and integrating the promotion or marketing of climbing tourism packages along with local products, controlling the number of climbing tourist visits, and environmental conservation education to tourists and the community.
Kata Kunci : mountain climbing tours, carrying capacity, quality tourism, new normal tourism.