Swamedikasi Antibiotik pada Penyakit Periodontal di Masyarakat Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
DHIENDA HASTINESYA, drg. Mayu Winnie Rachmawati, M.Sc., Ph.D. dan drg. Aryan Morita, M.Sc., Ph.D.
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIKurangnya informasi dan rasa tertutup menyebabkan penyakit periodontal berkembang dengan cepat. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi penyakit tersebut adalah swamedikasi antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi swamedikasi antibiotik pada pengobatan penyakit periodontal di masyarakat Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode survei menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 195 orang yang memiliki pengalaman menderita penyakit periodontal dan melakukan swamedikasi antibiotik. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang didistribusikan secara online. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan memiliki kecenderungan melakukan swamedikasi lebih tinggi (44,6%) dibandingkan laki-laki. Sementara kelompok usia 17-25 tahun (52,8%) dengan pendidikan terakhir SMA (69,2%) lebih banyak melakukan swamedikasi. Ditinjau dari pekerjaan dan pendapatan, kelompok pelajar (53,8%) dan kelompok dengan pendapatan lebih dari 2 juta per bulan (20,5%) banyak melakukan swamedikasi.
Periodontal diseases have been rapidly develop due to lack of information and unwillingness to open up has led people to option for self-medication. People like to treat those diseases by using self-medication, especially with antibiotics rather than visiting a dentist. The aim of this study was evaluating antibiotic self-medication pattern for treating periodontal diseases in Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta A descriptive study with cross sectional survey method has been conducted. 195 respondents who have experienced periodontal diseases and antibiotic self-medication have been evaluated. Data were collected using online questionnaire and analyzed for distribution. Results showed that women have a higher tendency to self-medication using antibiotics (44,6%) than men. Meanwhile, the group aged 17-25 years old (52,8%) with high school as their last education (69,2%) did more self-medication. In term of occupation and income, student groups (53,8%) and those groups with income of more than 2 million rupiah per month (20,5%) mostly do self-medication.
Kata Kunci : penyakit periodontal, swamedikasi, antibiotik / periodontal disease, self-medication, antibiotics