Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta
RIRIN AFRIYATI K, Ir. Any Suryantini, M.M,. Ph.D; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.
2022 | Tesis | MAGISTER EKONOMI PERTANIANKetahanan pangan bagi suatu negara merupakan hal yang sangat penting terutama bagi negara yang mempunyai penduduk yang sangat banyak seperti Indonesia. Tercatat penduduk indonesia sebanyak 270,6 juta jiwa. Pemenuhan kecukupan pangan perseorangan merupakan esensi dari ketahanan pangan, dan dicerminkan oleh tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau dengan harga yang wajar, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tingkat ketahanan pangan rumah tangga dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu tahan, rentan, kurang, dan rawan pangan. Data yang digunakan adalah data Susenas dan dianalisis dengan metode Jonsson dan Toole serta analisis regresi ordinal logit untuk mengetahui faktor�faktor yang memengaruhi ketahanan pangan rumah tangga. Tujuan penelitian untuk mengetahui ketahanan pangan rumah tangga di D.I Yogyakarta dan mengetahui faktor�faktor yang memengaruhi ketahanan pangan rumah tangga di D.I Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan pangan rumah tangga sebesar 42% berada dalam kondisi tahan pangan. Faktor harga kacangan, harga konsumsi lainnya, pendapatan dan jumlah anggota keluarga berpengaruh positif dan faktor harga minyak dan kelapa, harga makanan dan minuman jadi, usia kepala rumah tangga berpengaruh negatif terhadap ketahanan pangan. Ketahanan rumah tangga di perkotaan lebih tinggi dari rumah tangga pedesaan. Pertanian atau non pertanian tidak memengaruhi ketahanan pangan dan rumah tangga penerima bantuan pangan non tunai memiliki peluang untuk tahan pangan lebih tinggi.
Food security for a country is very important, especially for a country that has a very large population like Indonesia. The recorded population of Indonesia is 270.6 million people. Fulfillment of individual food adequacy is the essence of food security, and is reflected by the availability of sufficient food, both in quantity and quality, safe, diverse, nutritious, equitable, and affordable at a reasonable price and does not conflict with religion, beliefs, and culture of the community to live a healthy, active, and productive life in a sustainable manner. This study analyzes the level of household food security in the Special Region of Yogyakarta. The level of household food security is grouped into four categories, namely resistant, vulnerable, lacking, and food insecure. The data used are Susenas data and analyzed using the Johnson and Toole method and ordinal logit regression analysis to determine the factors that influence household food security. The purpose of the study was to determine household food security in DI Yogyakarta and to determine the factors that influence household food security in DI Yogyakarta. The results showed that 42% of household food security was in a food security condition. The price of nuts, other consumer prices, income, and the number of family members have a positive effect, and the price of oil and coconut, the price of processed food and beverages, and the age of the head of the household have a negative effect on food security. The resilience of urban households is higher than that of rural households. Agriculture or non-agriculture does not affect food security and households receiving non-cash food assistance have a higher chance of food security.
Kata Kunci : Johnson and Toole, Logit ordinal, household, food security