Laporkan Masalah

ANALISIS DISTRIBUSI SPASIAL DOSIS RADIASI DI SEKITAR PLTU BANKO BARAT PT BUKIT ASAM TBK MENGGUNAKAN PERMODELAN RESRAD-ONSITE

THEO ADEN KUSUMA, Ir. Gede Sutresna Wijaya, M.Eng.; Ir. Anung Muharini, M.T.

2022 | Skripsi | S1 TEKNIK NUKLIR

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan salah satu sumber kontaminasi zat radioaktif karena batu bara mengandung sejumlah radionuklida alami, seperti kalium-40, radium-226, thorium-232, dan produk peluruhannya. Radionuklida tersebut dapat dilepaskan oleh PLTU dalam bentuk fly ash dan diendapkan di lapisan tanah di sekitar PLTU, sehingga dapat mempengaruhi tingkat radioaktivitas latar belakang alami dan meningkatkan dosis radioaktif total. Penelitian ini menganalisis area seluas 2,5 km2 di sekitar PLTU Banko Barat dengan mengumpulkan sebanyak 19 sampel tanah permukaan dan mengukur 3 radionuklida alami dengan spektrometer gamma. Masing-masing sampel tanah diambil sebanyak 1 kg dengan kedalaman maksimal 5 cm. Hasil yang diperoleh untuk radium-226 dan kalium-40 bernilai tidak jauh dari rerata konsentrasi pada sampel tanah dunia berdasarkan UNSCEAR masing-masing berkisar dari 26,96 hingga 59,58 Bq/kg untuk radium-226 dan 74,97 hingga 425,96 Bq/kg untuk kalium-40. Sedangkan untuk thorium-232 bernilai cukup tinggi yaitu berkisar 78,83 hingga 230,40 Bq/kg. Laju dosis radiasi yang diterima oleh populasi di sekitar PLTU dihitung menggunakan RESRAD-Onsite 7.2 dan diperoleh rerata sebesar 0,346 mSv/tahun dan masih berada di bawah Nilai Batas Dosis (NBD) yang ditetapkan oleh BAPETEN sebesar 1 mSv/tahun. Selain itu, juga dibuat peta distribusi spasial radioaktivitas dan dosis radiasi menggunakan metode Kriging dengan hasil analisis bahwa hingga sejauh 800 meter dari pusat PLTU tidak ditemukan adanya pola hubungan aktivitas spesifik dan dosis efektif tahunan terhadap jarak di sekitar PLTU Banko Barat.

Coal-fired Power Plant (CFPP) is one source of radioactive contamination because coal contains several natural radionuclides, such as kalium-40, radium-226, thorium-232, and their decay products. These radionuclides can be released by the power plant in the form of fly ash and deposited in the soil layer around the power plant, so that it can affect the level of natural background radioactivity and increase the total radioactive dose. This study observed an area of 2.5 km2 around the Banko Barat CFPP by collecting 19 surface soil samples and measuring 3 natural radionuclides using gamma spectrometer. Each soil samples are taken as much as 1 kg with a maximum depth of 5 cm. The results obtained for radium-226 and kalium-40 are not far from the average concentrations of world soil samples based on UNSCEAR ranging from 26.96 to 59.58 Bq/kg for radium-226 and 74.97 to 425.96 Bq/kg for kalium-40, respectively. As for thorium-232, the value is quite high, ranging from 78.83 to 230.40 Bq/kg. The radiation dose rate received by the population around the CFPP was calculated using RESRAD-Onsite 7.2 and obtained an average of 0.346 mSv/year and is still below 1 mSv/year of the Dose Limit Value (NBD) set by BAPETEN. In addition, a map of the spatial distribution of radioactivity and radiation dose was made using the Kriging method with the analysis result that as far as 800 meters from the CFPP, there was no relationship pattern of specific activity and annual effective dose to the distance around the Banko Barat CFPP.

Kata Kunci : PLTU, fly ash, dosis radiasi, distribusi spasial

  1. S1-2022-425241-abstract.pdf  
  2. S1-2022-425241-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-425241-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-425241-title.pdf