Laporkan Masalah

Gerakan Perempuan AMAN dan Relasi Ekosentrisme

RABIATUL ADAWIAH, Dr. Samsul Maarif

2022 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYA

Penelitian ini mengkaji tentang konsep relasi perempuan adat dengan alam berdasarkan gerakan perempuan adat. Untuk itu, paradigma antroposentrisme dan ekosentrisme merupakan titik pijak dalam melihat relasi manusia dengan alam. Paradigma ini menunjukkan bagaimana manusia merekonstruksi suatu pengetahuan mengenai alam. Oleh perempuan adat, paradigma ekosentrisme menjadi basis gerakan dalam merespon kerusakan dan eksploitasi alam yang berimplikasi pada ketidak-selarasan ekosistem. Kajian mengenai gerakan perempuan adat dalam penelitian ini menggunakan teori relasi antar-subyek dan ekofeminisme, pengakuan manusia dan non manusia sebagai subyek yang berkomitmen untuk melibatkan diri dalam interaksi saling bergantung dan penuh keselarasan. Penelitian ini dibangun berdasarkan data yang diperoleh melalui online search dan studi literatur dengan subyek perempuan adat yang tergabung dalam Aliansi Mayarakat Adat Nusantara (AMAN). Pemilihan subyek didasarkan pada karakteristik organisasi AMAN yang merepresentasikan kegiatan masyarakat adat di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan adat memiliki pengetahuan yang identik terhadap relasi manusia dengan alam. Dalam pandangan perempuan adat, interaksi manusia dengan alam tidak hanya sebagai relasi saling bergantung tetapi juga relasi saling mempengaruhi yang sejalan dengan paradigma ekosentrisme. Dengan demikian, berdasarkan paradigma dan pengetahuan adat yang eksis, relasi tersebut merupakan relasi ekosentris antara manusia dan alam. Gerakan perempuan adat merupakan wujud konkret dari pengetahuan perempuan adat dan relasi ekosentrisme manusia dan alam, bahwa perempuan adat bertanggung jawab secara etis dan resiprokal dalam berinteraksi dengan alam. Bagaimana alam dipahami dan direkonstruksi oleh perempuan adat berimplikasi pada hak masing-masing subyek untuk hidup dalam keselarasan ekosistem.

This study examines the concept of the relationship between indigenous women and nature based on the indigenous women's movement. For this reason, the paradigms of anthropocentrism and ecocentrism are the starting point in viewing human relations with nature. This paradigm shows how humans reconstruct a knowledge of nature. By indigenous women, the ecocentrism paradigm has become the basis of the movement in responding to the destruction and exploitation of nature which has implications for ecosystem incompatibility. The study of the indigenous women's movement in this study uses the theory of inter-subject relations and ecofeminism, the recognition of humans and non-humans as subjects who are committed to engaging in mutually dependent and harmonious interactions. This research was built based on data obtained through online search and literature study with the subject of indigenous women who are members of the Alliance of Indigenous Peoples of the Archipelago (AMAN). The selection of subjects was based on the characteristics of the AMAN organization that represented the activities of indigenous peoples in Indonesia. The results of this study indicate that indigenous women have identical knowledge of human relations with nature. In the view of indigenous women, human interaction with nature is not only an interdependent relationship but also a mutually influencing relationship which is in line with the ecocentrism paradigm. Thus, based on existing paradigms and indigenous knowledge, this relationship is an ecocentric relationship between humans and nature. The indigenous women's movement is a concrete manifestation of the knowledge of indigenous women and the ecocentrism of humans and nature, that indigenous women are ethically and reciprocally responsible in interacting with nature. How nature is understood and reconstructed by indigenous women has implications for the rights of each subject to live in harmony with the ecosystem.

Kata Kunci : Gerakan Perempuan adat, Pengetahuan Adat, Paradigma Manusia-Alam.

  1. S2-2022-467696-abstract.pdf  
  2. S2-2022-467696-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-467696-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-467696-title.pdf