PENGUNGKAPAN ANTIKORUPSI, KOMITE AUDIT WANITA, PERLINDUNGAN INVESTOR DAN MANAJEMEN LABA: STUDI PADA PERUSAHAAN DI ASEAN
DEWI MUSTIKA RATU, Dian Kartika Rahajeng, S.E., M.Sc., Ph.D
2022 | Tesis | MAGISTER SAINS AKUNTANSIAdanya tekanan dari komunitas antikorupsi global, komitmen bersama di wilayah ASEAN, dan regulasi dari masing-masing negara mendorong urgensi pengungkapan kebijakan antikorupsi. Oleh karena itu, konsekuensi dari keberadaan pengungkapan antikorupsi yang diimplementasikan oleh perusahaan di wilayah ASEAN terhadap kualitas informasi akuntansi menjadi isu yang penting untuk digali melalui penelitian ini. Penelitian ini secara empiris menguji hubungan yang ditimbulkan dari keberadaan pengungkapan antikorupsi perusahaan terhadap manajemen laba. Selanjutnya, riset ini juga menguji faktor pengawasan komite audit wanita dan perlindungan investor yang dapat mempengaruhi hubungan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan data panel dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 perusahaan nonkeuangan terbesar dan terdaftar di masing-masing Bursa Efek di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Periode penelitian adalah selama tiga tahun mencakup tahun 2016 hingga tahun 2018 sehingga jumlah akhir observasi adalah sebanyak 450 pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin komprehensif pengungkapan terkait topik antikorupsi maka semakin rendah pula insentif manajer untuk melakukan manajemen laba. Selain itu, semakin tinggi proporsi wanita dalam komite audit dapat mendorong pengungkapan antikorupsi lebih luas sehingga aktivitas manajemen laba dapat dimitigasi. Bertentangan dengan ekspektasi, interaksi antara perlindungan investor dan pengungkapan antikorupsi berpengaruh secara negatif namun tidak signifikan dalam mengurangi manajemen laba. Hal ini dikarenakan regulasi terkait perlindungan investor di wilayah ASEAN belum konsisten ditegakkan.
The presence of pressure from the global anti-corruption community, joint commitments in the ASEAN region, and regulations from each country encourage the urgency to disclose anti-corruption policies. Therefore, the consequences of anti-corruption disclosures in ASEAN’s companies regarding the quality of accounting information become an important issue. This study empirically examines the relationship between corporate anti-corruption disclosures towards earnings management. Furthermore, this research also examines the monitoring factors such as female audit committees and investor protection that can affect previous relationships. This research is a panel study with a quantitative approach. The sample in this study consisted of the 30 largest non-financial companies listed on each Stock Exchange in Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, and the Philippines. The observation periods were for 3 years, from 2016 to 2018, so the total number of observations was 450 data. The results showed that the more comprehensive anti-corruption disclosure topics, the lower the manager's incentive to carry out earnings management. In addition, the higher proportion of females on the audit committee can encourage more comprehensive anti-corruption disclosures to mitigate earnings management activities. Contrary to expectations, the interaction between investor protection and anti-corruption disclosure has a negative but not significant effect on reducing earnings management. This is because the enforcement of regulations related to investor protection in ASEAN has not been consistent.
Kata Kunci : Pengungkapan Antikorupsi, Manajemen Laba, Komite Audit Wanita, Perlindungan Investor, Korupsi, ASEAN