Laporkan Masalah

Peranan Rifka Annisa dalam Mengadvokasi Perempuan Korban KDRT yang Memilih Bertahan dalam Pernikahan Melalui Pelibatan Laki-Laki di Yogyakarta

EKAWATI PUTRI L, Desintha Dwi Asriani, M.A. Ph.D.

2022 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di ranah domestik membawa dampak serius bagi korban, namun hal itu tidak serta merta membuat korban ingin berpisah dari pasangan. Data penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan di Rifka Annisa justru menunjukkan bahwa 90% perempuan korban KDRT memilih kembali ke pasangan meskipun dalam hubungan yang penuh kekerasan. Berawal dari ketertarikan Peneliti mengenai fenomena tersebut, penelitian ini berusaha memaparkan mengenai peranan Rifka Annisa dalam mengadvokasi perempuan korban KDRT yang memilih bertahan dalam pernikahan di Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk serta proses advokasi yang dilakukan oleh Rifka Annisa terhadap perempuan korban KDRT yang memilih bertahan dalam pernikahan di Yogyakarta serta upaya Rifka Annisa dalam melibatkan laki-laki pada proses advokasi terhadap perempuan korban KDRT yang memilih bertahan dalam pernikahan di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan objek yang diteliti secara apa adanya. Informan dari penelitian ini adalah pengelola dan konselor (laki-laki dan perempuan) di Rifka Annisa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview) secara daring dan observasi tidak langsung. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data dan penyimpulan data. Triangulasi data dilakukan untuk menunjukkan keabsahan data dengan cara memaparkan hasil temuan di lapangan kemudian menganalisisnya dengan berpedoman pada hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi serta data-data pendukung lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Rifka Annisa melakukan advokasi terhadap perempuan korban KDRT yang memilih bertahan dalam pernikahan melalui layanan pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan sebagai layanan utama dengan layanan pendukung (supporting) yaitu konseling perubahan perilaku laki-laki dan konseling pasangan; (2) Dalam upaya advokasi tersebut, Rifka Annisa melibatkan laki-laki dengan tujuan melindungi korban mengingat adanya potensi pada diri pelaku untuk kembali melakukan tindak kekerasan.

The high rate of violence against women in the domestic sphere has a serious impact on the victim, but it does not necessarily make the victim want to separate from her partner. Data on handling cases of violence against women in Rifka Annisa actually shows that 90% of women victims of domestic violence choose to return to their partners even though they are in violent relationships. Starting from the researcher's interest in this phenomenon, this study seeks to explain the role of Rifka Annisa in advocating for women victims of domestic violence who choose to stay in marriage in Yogyakarta. The aims of this study are to describe the form and process of advocacy carried out by Rifka Annisa towards women victims of domestic violence who choose to stay in marriage in Yogyakarta and Rifka Annisa's efforts to involve men in the process of advocacy towards women victims of domestic violence who choose to stay in marriage in Yogyakarta. This study uses a descriptive qualitative method, which describes the object under study as it is. The informants of this research are managers and counselors (male and female) at Rifka Annisa. Data collection methods include in-depth interviews, online surveys, and indirect observation. The data analysis techniques used are data collection, data simplification, data presentation, and data inference. Data triangulation was carried out to show the validity of the data by presenting the findings in the field and then analyzing them based on the results of interviews, observations, and documentation as well as other supporting data. The results of this study indicate that: (1) Rifka Annisa advocates for women victims of domestic violence who choose to stay in marriage through assistance services for women and children victims of violence as the main service with supporting services, namely counseling for male behavior changes and couples counseling; (2) In the advocacy effort, Rifka Annisa involves men with the aim of protecting the victim given the potential for the perpetrator to commit violence again.

Kata Kunci : Perempuan Korban KDRT, Kembali ke Pasangan, Advokasi Sosial, Advokasi Gender

  1. S1-2022-409922-abstract.pdf  
  2. S1-2022-409922-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-409922-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-409922-title.pdf