Laporkan Masalah

Analisis Peran Audit Internal dalam Pencegahan Korupsi (Studi pada Inspektorat Provinsi Jawa Tengah)

RINA PUTRI RINALDI, Prof. Dr. R.A. Supriyono, S.U., Ak., CA

2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Memiliki visi Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari "Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi", Jawa tengah berhasil menjalankan program pendidikan dan penyuluhan antikorupsi sebagai program pencegahan korupsi. Pada Desember 2019 Jawa Tengah mendapat penghargaan terkait dengan capaian aksi koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi secara nasional. Satu tahun berselang, pada Desember 2020 Jawa Tengah kembali mengukir prestasi sebagai juara umum penghargaan antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan program pencegahan korupsi. Torehan prestasi terkait pencegahan korupsi tidak lantas menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah kasus korupsi yang rendah. Menurut Indonesian Corruption Watch (ICW), di tahun 2020 Jawa Tengah termasuk dalam jajaran 10 besar provinsi dengan jumlah kasus korupsi yang tinggi. Tingginya jumlah kasus korupsi dapat mengindikasikan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan belum optimal. Penelitian ini bertujuan memperoleh pemahaman terkait proses pencegahan korupsi yang dilakukan Inspektorat Provinsi Jawa Tengah sebagai Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), serta melakukan analisis terkait apa yang menyebabkan jumlah kasus korupsi masih tinggi meskipun upaya pencegahan telah dilakukan oleh Inspektorat Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Wawancara semi terstruktur secara daring dan analisis dokumen digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gubernur sebagai pimpinan memiliki peran besar dalam perlawanan korupsi di Jawa Tengah. Inspektorat memiliki program pendidikan antikorupsi, pengendalian gratifikasi, pembangunan budaya integritas, dan sosialisasi LHKPN dan LHKASN sebagai program pencegahan korupsi. Keterbatasan anggaran, kelemahan sistem, kompetensi, kualitas, dan kuantitas SDM, serta kurang kuatnya penerapan integritas menjadi faktor penyebab upaya pencegahan korupsi yang dilakukan Inspektorat Provinsi Jawa Tengah belum mampu menekan angka kasus korupsi. Kata kunci: peran audit internal, pencegahan korupsi, Inspektorat Provinsi Jawa Tengah.

Having a vision Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari "Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi", Central Java has successfully implemented anti-corruption education and counseling programs as a corruption prevention program. In December 2019, Central Java received an award related to the achievement of national corruption prevention coordination and supervision actions. One year later, in December 2020, Central Java again made an achievement as the overall champion of the anti-corruption award from the Corruption Eradication Commission (KPK) related to the corruption prevention program. Achievements related to corruption prevention do not necessarily place Central Java as a province with a low number of corruption cases. According to Indonesian Corruption Watch (ICW), in 2020, Central Java is included in the top 10 provinces with a high number of corruption cases. The high number of corruption cases may indicate that prevention efforts have not been optimal. This study aims to gain an understanding of the corruption prevention process carried out by the Central Java Provincial Inspectorate as a Government Internal Supervisory Apparatus (APIP), as well as to analyze what causes the number of corruption cases to remain high even though prevention efforts have been carried out by the Central Java Provincial Inspectorate. This study uses a qualitative method with a case study approach. Online semi-structured interviews and document analysis were used as data collection techniques. The results of the study indicate that the Governor as a leader has a major role in fighting corruption in Central Java. The Inspectorate has approved anti-corruption education programs, gratification control, building a culture of integrity, and socializing LHKPN and LHKASN as corruption prevention programs. Budget constraints, system weaknesses, competencies, competencies, quality and quantity of human resources, as well as the lack of strong application of integrity are factors that cause corruption prevention efforts by the Central Java Provincial Inspectorate have not been able to reduce the number of corruption cases. Keywords: the role of internal audit, corruption prevention, Central Java Provincial Inspectorate.

Kata Kunci : peran audit internal, pencegahan korupsi, Inspektorat Provinsi Jawa Tengah.

  1. S2-2022-452321-abstract.pdf  
  2. S2-2022-452321-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-452321-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-452321-title.pdf