The Javanese Particles in Indonesia Language of Javanese Native Speakers A Case Study in Malang
NOOR VATHA NABILLA, Dr. Suhandano, M.A.
2022 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKIndonesia berkontribusi menjadi salah satu negara yang memiliki ragam bahasa terbanyak di dunia yang menjadikannya sebagai negara multibahasa dan multikultural. Fenomena ini tampaknya memicu munculnya bahasa yang berbeda dalam budaya yang berbeda. Penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pertama seringkali mempengaruhi penutur ketika berbicara Bahasa Indonesia, misalnya interferensi partikel bahasa daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi partikel Bahasa Jawa ketika penutur berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia. Analisis terdiri dari penyelidikan bentuk dan fungsi partikel serta motif pembicara menggunakan partikel. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif karena berfokus pada penyelidikan fenomena linguistik yang ada dalam konteks kehidupan nyata. Data diambil dari observasi penutur asli Bahasa Jawa di daerah Malang. Data yang diperoleh berisi partikel-partikel Bahasa Jawa yang muncul dalam tuturan Bahasa Indonesia ketika berinteraksi dengan lawan bicara. Selain itu, data untuk menemukan motif penggunaan partikel dikumpulkan dari kuesioner terbuka menggunakan Google Form. Dilanjutkan dengan analisis fungsi berdasarkan konteks monolog atau dialog. Kemudian, diklasifikasikan ke motif partisipan dengan menggunakan gagasan Crystal (1997), Holmes (2013) dan Wijana & Rohmadi (2013). Hasil penelitian menunjukkan 25 jenis partikel muncul dalam tuturan deklaratif, interogatif, imperatif, dan eksklamatif. Beberapa partikel yang sama muncul pada lebih dari satu jenis ujaran seperti partikel é, hé, dan séh. Beberapa partikel juga muncul pada posisi berbeda yang memiliki fungsi partikel yang berbeda pula. Hal ini dikarenakan konteks yang berbeda seperti partikel é dalam tuturan deklaratif yang menunjukkan fungsi ketidakpercayaan dan ketidakpastian. Selain itu, motif partisipan untuk menggunakan partikel Jawa dalam tuturan Bahasa Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh bahasa etnis karena mengaku terbiasa menggunakan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan partikel juga membantu mereka dalam mengungkapkan ide dan mengisi kekurangan padanan kata. Mereka juga menggunakannya untuk mempertahankan identitas lokal mereka dan untuk menunjukkan kebanggaan bahasa, terutama ketika mereka berbicara dengan lawan bicara yang memiliki latar belakang bahasa yang berbeda. Selain itu, penggunaan partikel dapat mengekspresikan solidaritas dan menghilangkan formalitas ketika mereka terlibat dalam percakapan. Juga, mereka mengakui bahwa partikel membantu mereka untuk menekankan bagian emosional tertentu, meningkatkan kesopanan, dan menyesuaikan diri dengan lawan bicara.
Indonesia has contributed to be one of countries that has the most language varieties in the world which makes it as multilingual and multicultural country. This phenomenon seems to trigger the appearance of different languages in different cultures. The use of local languages as first language often affects the speakers when they speak Indonesian, for instance the interference of local language particles. The purpose of this research is to analyze the Javanese particle variations when the speakers communicate in Indonesian. The analysis comprises of investigating the particle forms and functions as well as the motives of the speakers using the particles. The design of this study uses qualitative case study since it focuses on investigating the existing linguistic phenomenon in a real life context. The data were taken from observation of native Javanese speakers in Malang. The obtained data contains the Javanese particles that appear in Indonesian utterances when they interact with interlocutors. Moreover, the data to discover the motives are collected from opened questionnaire using Google Form. It continued to the analysis of their functions based on the context of the monolog or dialog. After processing questionnaire data, it was classified to the speakers motives by using the notions from Crystal (1997), Holmes (2013) and Wijana & Rohmadi (2013). The results of the study show that 25 kinds of particles emerge in declarative, interrogative, imperative, and exclamative utterances. Some of the same particles appear in more than one kind of utterances such as particle é, hé, and séh. Some particles also emerge in different positions of the utterances as well as the particles functions. The findings indicate the possibility of the same particle have different functions due to different contexts such as particle é in declarative utterance that shows the functions of disbelief and uncertainty. Furthermore, the participants motive to use Javanese particles in Indonesian utterances is mostly influenced by the ethnic language since they admit that they are used to speaking Javanese in everyday life. Other than that, using the particles help them to ease in expressing ideas and fill the lack of equivalent word. They also use it to maintain their local identity and to show language pride, especially when they speak to interlocutors who have different language background. Besides, the participants experienced that the use of particles can express solidarity and remove formality whenever they engaged in a conversation. Also, they acknowledged that the particles help them to emphasize certain emotional part, increase politeness, and adjust to the addressee.
Kata Kunci : particles, code mixing, ethnic language, national language, language variation