Pengaruh Terapi Luka Tekanan Negatif Terhadap Angiogenesis Pada Model Luka Bakar Dermal Dalam Pada Babi Yorkshire
IAN DANNY KURNIAWAN, Dr. dr. M. Rosadi Seswandhana, Sp.B, Sp.BP-RE(K); dr. Sumadi Lukman Anwar, M.Sc, Ph.D, Sp.B(K)Onk
2021 | Tesis-Spesialis | ILMU BEDAHLatar Belakang: Luka bakar merupakan salah satu trauma yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia angka kematian akibat luka bakar masih tinggi sekitar 40%, terutama diakibatkan oleh luka bakar dermal dalam. Terapi luka tekanan negatif (TLTN) telah dikembangkan sejak tahun 1997 untuk membantu penyembuhan luka terbuka. Dalam studi klinis dan eksperimental, efek terapi tersebut mempercepat penyembuhan luka melalui proses peningkatan angiogenesis, pembentukan jaringan granulasi, dan penurunan kolonisasi bakteri. Tujuan: Untuk membuktikan bahwa angiogenesis pada luka bakar dermal dalam yang mendapat terapi luka tekanan negatif intermiten dan terapi luka tekanan negatif continuous lebih banyak dibandingkan angiogenesis yang mendapat terapi dressing dengan NaCl 0.9%, kassa steril dengan silver sulfadiazine, pada hari ke-1, hari ke-3, hari ke-7, hari ke-14, hari ke-21. Metode: Seratus dua puluh sampel diambil dari blok paraffin kulit babi Yorkshire yang mengalami luka bakar dermal dalam yang kemudian dirawat lukanya dengan empat macam perlakuan, yaitu rawat luka dengan NaCl 0,9%, TLTN persisten, TLTN intermiten dan silver sulfadiazine. Lalu dilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan pengecatan HE, dihitung jumlah angiogenesisnya. Data yang didapatkan lalu dianalisis. Hasil: terjadi peningkatan kepadatan mikrovaskular bertahap pada hari ke satu, tiga, tujuh, dan meningkat pesat di hari ke empat belas pada seluruh kelompok. Rerata MVD kembali menurun di hari ke dua puluh satu pada seluruh kelompok.Data kemudian dianalisis, hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan rerata pada setiap kelompok (p >0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan jumlah MVD yang bermakna pada luka bakar dermal dalam yang mendapat terapi luka tekanan negatif intermiten, dan terapi luka tekanan negatif persisten dibandingkan jumlah MVD yang mendapat terapi dressing dengan NaCl 0.9%, kassa steril dengan silver sulfadiazine, pada hari ke-1, hari ke-3, hari ke-7, hari ke-14, hari ke-21.
Background: Burns is one type of trauma that frequently occurs in daily life. In Indonesia, the mortality caused by burns is still high, reaching 40%, particularly in deep dermal burns. Negative pressure wound therapy (NPWT) has long been developed since 1997 to improve the open wound healing process. In both clinical and experimental studies, the effect of said therapy is to promote wound healing by accelerating angiogenesis and granulation tissue formation while reducing bacterial colonization. Objective: To prove that there are more occurrences of angiogenesis on the deep dermal burns treated with intermittent negative pressure wound therapy and continuous negative pressure wound therapy is more in number compared to those on wounds treated with 0.9% NaCl, sterile gauze with silver sulfadiazine dressings, on days 1, 3, 7, 14, and 21. Method: One hundred twenty samples were obtained from deep dermal burns on Yorkshire pig skin paraffin blocks, which were subjected to four different treatments: wound care with 0,9% NaCl, persistent NPWT, intermittent NPWT, and silver sulfadiazine. The level of angiogenesis was then determined after a microscopic inspection with HE staining, The data obtained were then analyzed. Result: There was a gradual growth of microvascular density on days 1, 3, and 7, and significant growth on day 14 in all groups. The mean MVD fell once more across all groups. The analysis of the data revealed that there was no difference in the means between the groups (p>0.05). Conclusion: There was no significant MVD difference in deep dermal burns treated with intermittent negative pressure wound therapy and persistent negative pressure wound therapy compared to those treated with NaCl 0.9% and sterile gauze with silver sulfadiazine dressings on days 1, 3, 7, 14, and 21.
Kata Kunci : luka bakar dermal dalam. angiogenesis, TLTN intermiten, TLTN persisten