Analisis Efektivitas Pengelolaan Enterprise Risk Management di PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII)
ALIFAH TUTI A, Prof. Dr. Torontuan Keban Yeremias, S.U., MURP.
2022 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKManajemen risiko merupakan sebuah kebijakan yang diimplementasikan secara terkoordinasi pada suatu organisasi yang bertujuan untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi terhadap potensi risiko yang kemungkinan akan terjadi di masa depan, dan digunakan untuk mencapai tujuan dan melindungi nilai, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mampu mengelola risiko berdasarkan prioritasnya, dan menjadi basis dalam pengambilan keputusan serta mitigasi/penanganan risiko, sehingga terdapat urgensi serius bagi efektivitas manajemen risiko di lingkup organisasi/perusahaan. Salah satu perusahaan BUMN yang telah menerapkan kebijakan manajemen risiko adalah PTPN XII, dimana PTPN XII mengacu pada standar internasional ISO 31000:2018-Risk Management Guidelines. Standar ini memberikan pedoman bagi organisasi dalam mengelola risiko, dari mulai pedoman prinsip, kerangka kerja, hingga proses, sehingga pengelolaan manajemen risiko dapat diyatakan efektif jika telah sesuai dengan standar. Maka dari itu, skripsi ini berfokus pada bagaimana efektivitas manajemen risiko di PTPN XII, bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja produksi, serta faktor pendorong dan faktor penghambat apa saja yang ditemui selama organisasi mengimplementasikan kebijakan manajemen risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif selama melaksanakan magang, dokumentasi event, dan studi pustaka. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan berdasarkan tahapan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan manajemen risiko di PTPN XII telah berjalan efektif dan sesuai dengan prinsip manajemen risiko pada ISO 31000:2018. Hal ini didorong oleh faktor kepemimpinan dan komitmen top management, sistem database yang terstruktur dan tersistem dengan baik, serta adanya pelatihan dan sertifikasi bagi risk officer. Namun terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki yaitu diperlukannya peningkatan sosialisasi manajemen risiko di lingkungan kebun, dan peningkatan pemantauan mitigasi risiko. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara efektivitas manajemen risiko dengan kinerja produksi.
Risk management is a policy implemented in a coordinated manner in an organization that aims to direct and control the organization against potential risks that are likely to occur in the future, and are used to achieve goals and protect value, thus enabling the company to be able to manage risks based on their priorities, and become the basis for decision making and risk mitigation/handling, so that there is a serious urgency for the effectiveness of risk management in the organization/company scope. One of the state-owned companies that has implemented a risk management policy is PTPN XII, where PTPN XII refers to the international standard ISO 31000:2018-Risk Management Guidelines. This standard provides guidelines for organizations in managing risk, starting from guiding principles, frameworks, to processes, so that risk management management can be declared effective if it is in accordance with the standards. Therefore, this thesis will focus on how effective risk management is at PTPN XII, how it affects production performance, as well as the driving and inhibiting factors encountered during the organization's implementation of risk management policies. The research method used is a qualitative method. Data was collected through interviews, participatory observation during internships, event documentation, and literature study. The data that has been collected is then analyzed and interpreted based on the research stages. The results of this study indicate that the implementation of risk management policies at PTPN XII has been effective and in accordance with risk management principles in ISO 31000:2018. This is driven by the leadership and commitment of top management, a well-structured and well-systematic database system, as well as training and certification for risk officers. However, there are several things that need to be improved, namely the need for increased socialization of risk management in the plantation environment, and increased monitoring of risk mitigation. The results also show that there is a positive influence between the effectiveness of risk management and production performance.
Kata Kunci : manajemen risiko, enterprise risk management, efektivitas/ risk management, enterprise risk management, effectiveness