Hubungan Komunikasi Teman Sebaya dan Akses Media Massa dengan Pengetahuan Kontrasepsi Remaja Awal di Indonesia (Analisis Data Global Early Adolescent Study 2018)
YUSTINA TYAS K, Dr. dr. Prima Dhewi Ratrikaningtyas, M. Biotech ; Lastdes Cristiany Friday Sihombing, S.Gz., MPH
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Generasi Z berjumlah 27,94% dari total populasi di Indonesia dan memicu perlunya pemenuhan informasi kesehatan seksual reproduksi termasuk kontrasepsi yang seharusnya diberikan sejak usia 9-12 tahun. Hal ini diperlukan untuk mengurangi kejadian kehamilan tidak diinginkan, seks bebas, dan aborsi. Beberapa faktor yang dicurigai berhubungan dengan pengetahuan remaja terkait kontrasepsi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara komunikasi teman sebaya dan akses media massa dengan pengetahuan kontrasepsi remaja awal di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional dan menggunakan sumber data sekunder GEAS. Subjek penelitian sebanyak 2.225 remaja kelas 7 SMP negeri berusia 12 s.d. 14 tahun di Kota Bandar Lampung, Semarang, dan Denpasar. Hubungan antarakomunikasi teman sebaya dan akses media massa terhadap pengetahuan kontrasepsi mempertimbangkan usia, gender, riwayat berhubungan seksual, status ekonomi, tempat tinggal, dan komunikasi orang tua. Pengetahuan kontrasepsi dibagi menjadi baik dan kurang. Pengolahan data dilakukan dengan uji statistik univariabel, chi square, dan regresi logistik. Keseluruhan tes menggunakan confidence interval 95% dengan tingkat kemaknaan p 0,05. Hasil: Komunikasi teman sebaya memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan kontrasepsi remaja (p-value < 0,001). Faktor lain yang memengaruhi pengetahuan kontrasepsi yaitu gender, tempat tinggal, pernah berhubungan seksual, dan komunikasi orang tua (p-value < 0,001). Kesimpulan: Sebanyak 51,3% remaja awal memiliki pengetahuan kontrasepsi baik. Pengetahuan kontrasepsi yang baik tiga kali lebih besar pada remaja yang berkomunikasi dengan temannya dibandingkan dengan remaja yang tidak berkomunikasi dengan temannya. Remaja yang memiliki akses media massa berpotensi memiliki pengetahuan kontrasepsi baik, tetapi tidak bermakna secara statistik
Background: Generation Z are 27.94% of the Indonesia population and triggers fulfillment of sexual reproductive health information, including contraception, which should be given from age of 9-12 years. This is necessary to reduce unwanted pregnancy incidence, free sex, and abortion. Several factors are potential to have relation with adolescent knowledge about contraceptions. Objective: Determine the relationship between peer communication and mass media access with contraception knowledge of early adolescent in Indonesia. Methods: This study is a quantitative study with a cross-sectional design and uses GEAS secondary data. The research subjects were 2,225 7th grade teenagers of state junior high schools aged 12-14 years in Bandar Lampung, Semarang and Denpasar cities. Relationship between peer communication and mass media access to contraceptive knowledge considers age, gender, sexual history, economic status, place of residence, and parental communication. Contraception knowledge is divided into good and poor. Data processing was carried out with univariable, chi square, and logistic regression statistical tests. The whole test uses 95% CI with 0.05 significance level. Results: Peer communication has significant relationship with adolescent contraceptive knowledge (p-value < 0.001). Other factors that influence contraceptive knowledge are gender, residence, sexual intercourse, and parental communication (p-value < 0.001) and statistically significant. Conclusion: As much as 51,3% of early adolescents have good knowledge about contraception. Good contraception knowledge is three times more likely in adolescent who communicate with peers. Adolescents who have access to mass media potentially to have good contraceptive knowledge, but not statistically significant.
Kata Kunci : remaja, kontrasepsi, komunikasi, media massa, pengetahuan