STUDI EFEKTIFITAS KEBIJAKAN MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADA MASA PADEMI COVID-19
NURUL INAS TSABITAH, Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si.
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIKOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) memproklamirkan Virus Corona sebagai pandemi di Maret 2020, dan menyebar dengan cepat ke seluruh bagian di dunia. Tingkat infeksi virus yang tinggi menyebabkan potensi peningkatan yang tinggi limbah padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) karena perawatan korban virus Covid-19 di fasilitas kesehatan atau melalui isolasi mandiri. Limbah B3 dari klinik yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan masalah baru bagi makhluk hidup dan iklim serta dapat menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyebaran penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektifitas kebijakan yang diterapkan di berbagai negara termasuk Indonesia dalam menangani dan mengelola limbah medis rumah sakit di masa pandemi Covid-19 dengan jumlah sampah medis yang meningkat tajam dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode systematic literature review (SLR), guna mendapatkan sumber literatur yang berfokus pada bagaimana berbagai negara menangani dan mengelola limbah medis akibat pandemi Covid-19. Analisis terhadap 3 (tiga) negara sampel yaitu Indonesia, China dan India, serta 4 (empat) kelompok negara yaitu Negara Maju, Negara Berkembang, Negara ASEAN, dan Negara Timur Tengah, menggunakan 4 (empat) kriteria yaitu undang-undang yang mengatur sistem pengelolaan limbah, sistem pengelolaan limbah, proses penerapan kebijakan pengelolaan limbah, dan dampak sistem pengelolaan limbah yang digunakan terhadap masyarakat dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan manajemen pengelolaan limbah medis pada masa pandemi yang diterapkan di berbagai negara masih dirasa kurang efektif, hal ini dikarenakan kurangnya kerja sama antara 4 (empat) tokoh penting yaitu pemerintah, staf medis, staf pengelola limbah dan juga masyarakat luas. Di beberapa negara masih ditemukan peraturan atau kebijakan yang kurang kuat atau tepat dalam penerapannya, masih ditemukan pula staf yang kurang kompeten dalam menerapkan kebijakan pengelolaan limbah, kemudian masih ditemukan pula masyarakat yang tidak mau bekerja sama dengan pemerintah dan staf medis dalam penerapan pengelolaan limbah medis. Indikator efektivitas kebijakan manajemen pengelolaan limbah medis pada masa pandemi adalah keselarasan pada implementasi kebijakan antara pemerintah pusat dengan ketiga tokoh penting lainnya. Kebijakan dianggap efektif ketika kebijakan yang dibuat oleh pemerintah telah sesuai dengan keadaan yang ada di lapangan dan didukung dengan staf medis serta staf pengelola yang kompeten juga terlatih, kebijakan pengelolaan yang dibuat juga haruslah aman bagi berbagai pihak, baik staf medis, pengelola, masyarakat, dan juga bagi lingkungan, selain itu kebijakan yang dibuat haruslah bisa menjadi salah satu media pencegahan penyebaran penyakit dapat menyebar melalui limbah medis.
The World Health Organization (WHO) declared the CoronaVirus as a pandemic in March 2020, and it is spreading rapidly to all parts of the world. The high rate of viral infection leads to a high potential for a high increase in Hazardous and Toxic (B3) solid waste due to the treatment of Covid-19 virus victims in health facilities or through self isolation. Hazardous waste from clinics that are not handled properly will cause new problems for living things and the climate and can be one of the causes of increasing the spread of disease. This study aims to find out how effective the policies implemented in various countries including Indonesia are in handling and managing hospital medical waste during the Covid-19 pandemic with the amount of medical waste increasing sharply compared to previous years. The method used in this study is the systematic literature review (SLR) method, in order to obtain literature sources that focus on how various countries handle and manage medical waste due to the Covid-19 pandemic. Analysis of 3 (three) sample countries, namely Indonesia, China and India, as well as 4 (four) groups of countries, namely Developed Countries, Developing Countries, ASEAN Countries, and Middle East Countries, using 4 (four) criteria, namely laws governing waste management systems, waste management systems, implementation processes waste management policies, and the impact of the waste management system used on the community and environment. The results showed that medical waste management policies during the pandemic that were implemented in various countries were still considered ineffective, this was due to the lack of cooperation between 4 (four) important figures, namely the government, medical staff, waste management staff and also the wider community. In some countries found some regulations or policies that are not strong or appropriate in their application, there also found some staff who are less competent in implementing waste management policies, then there also found people who did not want to cooperate with the government and medical staff in the application of medical waste management. An indicator of the effectiveness of medical waste management policies during a pandemic is the alignment of policy implementation between the central government and the three other important figures. Policies are considered effective when the policies made by the government are in accordance with the conditions in the field and are supported by competent and well trained medical staff and management staff, the management policies made must also be safe for various parties, both medical staff, administrators, communities, and also for the environment, besides that the policies made must be one of the media to prevent the spread of diseases that can spread through medical waste.
Kata Kunci : Kebijakan pengelolaan limbah, limbah rumah sakit, limbah Covid-19, kebijakan pengelolaan limbah negara maju, kebijakan pengelolaan limbah negara berkembang, Waste management policies, hospital waste, Covid-19 waste, waste management policies in developed