Laporkan Masalah

PENGARUH EKSTRAK BIJI KETUMBAR(Coriandrum sativum) MELALUI AIR MINUM TERHADAP PRODUKSI KARKAS DAN PERSENTASE LEMAK ABDOMINAL AYAM PEDAGING

ILHAM KURNIAWAN, drh. Bambang Ariyadi, MP., Ph.D. ; Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA., IPU., ASEAN Eng.

2022 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

INTISARI Penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada ternak ayam yang sudah dibatasi penggunaanya karena menyebabkan efek negatif memerlukan suatu inovasi pengganti AGP yang lebih aman untuk digunakan salah satunya dengan menggunakan fitobiotik sebagai feed additive alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air minum dengan ekstrak biji ketumbar (Coriandrum sativum) yang digunakan sebagai antibakteri alami terhadap produksi karkas pada ayam pedaging jantan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penambahan ekstrak biji ketumbar melalui air minum pada ayam pedaging. Penelitian ini menggunakan 180 ekor day old chick ayam pedaging strain New Lohman MB 202 yang dibagi secara acak dan dibagi menjadi 20 kelompok dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan 9 ekor ayam setiap ulangan. Setiap ayam diberikan perlakuan pakan yang sama dan salah satu dari perlakuan air minum sebagai berikut: air minum tanpa aditif pakan (kontrol negatif; KN), air minum + 25 mg/l antibiotik tetracycline (kontrol positif; AT), air minum + 25 myu/l NBK (EK1), air minum + 50 myu/l NBK (EK2), atau air minum + 100 myu/l NBK (EK3) dan setiap perlakuan mendapat replikasi sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa bobot karkas, presentase karkas, presentase bagian karkas (paha, dada, punggung, dan sayap), dan persentase lemak abdominal. Data yang diperoleh dianalisis variansi mengikuti rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dan data yang berbeda antar perlakuan data diuji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan didasarkan pada probabilitas kurang dari 5%. Hasil pada peneltian menunjukan bahwa pada semua perlakuan penambahan ekstrak biji ketumbar (EK1, EK2, dan EK3) dan perlakuan kontrol positif dengan penambahan antibiotik tetracycline pada air minum dapat meningkatkan berat karkas. Adapun perlakuan penambahan ekstrak biji ketumbar (EK1, EK2, dan EK3) dan perlakuan kontrol positif dengan penambahan antibiotik tetracycline pada air minum memberikan perbedaan yang tidak nyata terhadap persentase karkas, berat dan persentase bagian karkas, dan lemak abdominal. Dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak biji ketumbar pada perlakuan (EK2) yaitu sebanyak 50 myu/l NBK yang ditambahkan pada air minum dapat memberikan hasil yang sama dengan penambahan antibotik tetracycline untuk dapat meningkatkan berat karkas. Kata kunci: Ayam pedaging, Ekstrak biji ketumbar, Karkas, Presentase karkas, Persentase lemak abdominal

ABSTRACT The use of Antibiotic Growth Promoter (AGP) for broilers that has been restricted in use because it causes negative effects requires an innovation to replace it with an AGP that is safer to use, one of which is by using phytobiotics as natural feed additives. This research is aimed to determine the effect of adding drinking water with coriander seed extract (Coriandrum sativum), which use as a natural antibacterial on carcass production for male broilers. The research was conducted of adding coriander seed extract through drinking water on broilers. This research used the 180-day-old New Lohman MB 202 strain chick broilers and randomly divided them into 20 groups with 5 treatments and 4 replicates with 9 chickens per replication. Each chicken got the same treatment and one of the following drinking water treatments: drinking water without feed additives (negative control; KN), drinking water + 50 ppm of Tetracycline antibiotics (positive control; AT), drinking water + 25 l /l NBK (EK1), drinking water + 50 l/l NBK (EK2), or drinking water + 100 l/l NBK (EK3, each treatment replicated 4 times. The variables observed in the carcass parameters were carcass weight, carcass percentage, carcass part percentage (thigh, chest, back, and wings), and the proportion of abdominal fat. The data obtained were analyzed for variance following a unidirectional complete randomized design (CRD), and the data that differed between treatments was further tested using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) and based on a probability of less than 5%. The results of the research showed that in all treatments the addition of coriander seed extract (EK1, EK2, and EK3) and a positive treatment with the addition of tetracycline antibiotics to drinking water could increase carcass weight. The addition of coriander seed extract (EK1, EK2, and EK3) and the positive control treatment with tetracycline antibiotics addition into drinking water gave no significant difference in the percentage of the carcass, weight, and proportion of carcass parts, and abdominal fat. In conclusion, the addition of coriander seed extract to treatment (EK2) with as much as 50 l/l of NBK added to drinking water can give the same results as the addition of tetracycline antibiotics to increase carcass weight. Keywords: Broiler chicken, Coriander seed extract, Carcass, Carcass percentage, Abdominal fat percentage

Kata Kunci : Ayam pedaging, Ekstrak biji ketumbar, Karkas, Presentase karkas, Persentase lemak abdominal

  1. S1-2022-424563-Abstract.pdf  
  2. S1-2022-424563-Bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424563-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424563-Title.pdf