Laporkan Masalah

Penerapan Konsep Water Sensitive City Dalam Kebijakan Smart City Kota Bogor Tahun 2017-2021

ELFIRA VIRGINIA D.I, Dr.Eng. M. Sani Roychansyah., S.T., M.Eng.

2022 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Konsep smart city pada prinsipnya dikembangkan untuk mempercepat penyelesaian permasalahan perkotaan secara cepat, tepat dan efisien, namun pada prakteknya banyak masterplan smart city yang disusun tanpa memperhatikan keunikan atau tematik wilayah perencanaan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Kota Bogor dengan potensi sumber daya air mengembangkan konsep smart city beriringan dengan konsep water sensitive city, dan keduanya memiliki keterkaitan dalam skema pengelolaan air berkelanjutan. Oleh karena itu, penerapan konsep water sensitive city dalam masterplan smart city Kota Bogor menjadi menarik untuk diteliti khususnya bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam kebijakan smart city, bagaimana kebijakan dimaksud diimplementasikan, serta rekomendasi yang dapat diberikan untuk mewujudkan kondisi ideal penerapan konsep water sensitive city dalam mendukung Bogor Smart City. Penelitian ini dilakukan di Kota Bogor dengan pendekatan penelitian deduktif-kualitatif. Metode yang digunakan adalah penelitian kebijakan, teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, serta studi kebijakan dan literatur. Pemilihan responden dilakukan secara purposive dengan melibatkan instansi pelaksana kebijakan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis dokumen kebijakan, analisis evaluasi berdasarkan kriteria water sensitive city, analisis implementasi kebijakan berdasarkan kriteria impelemtasi Van Meter dan Van Horn (1975), serta analisis perumusan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep water sensitive city belum diterapkan secara utuh dalam masterplan smart city Kota Bogor, yaitu 3 (tiga) dari total 5 (lima) aspek kebijakan telah dilaksanakan, seperti water supply city, sewered city, dan waterway city. Sedangkan dari hasil implementasinya, terdapat 3 (tiga) aspek mengalami kendala yaitu sumber daya manusia, alokasi anggaran, serta perilaku masyarakat di beberapa program tertentu yang tidak sejalan dengan pencapaian target program. Oleh karena itu, untuk mencapai kondisi ideal penerapan konsep water sensitive city dalam mendukung smart city Kota Bogor, dirumuskan konsep usulan program/kegiatan yang dapat diakomodir dalam Masterplan smart city dengan memperhatikan prinsip pengelolaan sumber daya air pada setiap tahapan water sensitive city.

The smart city concept was established primarily to speed the resolution of urban problems in a timely, precise, and efficient manner; however, many smart city masterplans were created without regard for thematic planning areas based on their potential. Bogor, a city with water resource potential, has created the smart city concept in parallel with the water-sensitive city concept, and the two are integrated into a sustainable water management. As a result, the application of the water-sensitive city concept in Bogor Smart City is interesting to investigate, particularly how the concept is applied in smart city policies, how the policy is implemented, and recommendations to realize the ideal conditions for supporting the Bogor Smart City. This research was performed in the City of Bogor using a deductive-qualitative research approach. The method used was policy analysis in which data was gathered through in-depth interviews, observation, and policy studies and literature. The responders were chosen on purpose by involving policy implementation agencies. The analytical technique used was policy analysis, evaluation analysis based on water-sensitive city criteria, policy implementation analysis based on the Van Meter and Van Horn implementation model criteria (1975), and recomendations formulation analysis. The results show that only 3 of 5 policy features, such as water supply city, sewered city, and waterway city, have been implemented in Bogor Smart City Masterplan, which is insufficient to fully execute the idea of a water-sensitive city. In the meantime, according to the implementation findings, 3 aspects are encountering difficulties: human resources; budgetary allocations; and community behavior in some programs that is not consistent with the attainment of program goals. Therefore, programs are formulated by taking into account the principles of water resource management to accomodated in Bogor Smart City Maserplan.

Kata Kunci : water sensitive city, masterplan smart city, sumber daya air

  1. S2-2022-467235-abstract.pdf  
  2. S2-2022-467235-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-467235-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-467235-title.pdf