Modernisasi dan Beras-isasi Masyarakat Asli: Analisis Perubahan Konsumsi Pangan Pokok Suku Asli Anak Rawa, Dusun Tanjung Pal, Provinsi Riau
ANNISA TIARA PUTRI, Prof. Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A.
2022 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYASuku Asli Anak Rawa Dusun Tanjung Pal, Provinsi Riau, merupakan sebuah masyarakat adat yang mengkonsumsi sagu sebagai pangan pokoknya pada awal hingga akhir abad ke-20. Akhir abad ke-20 hingga awal tahun 2000-an, konsumsi pangan pokok tersebut perlahan-lahan mengalami perubahan menuju beras, hingga pada tahun 2021, beras telah menjadi pangan pokok yang mereka konsumsi sehari-hari, sedangkan sagu telah menjadi pangan yang hanya sesekali dikonsumsi untuk mengunjungi kenangan masa lalu. Skripsi ini berusaha mengungkap alasan, proses, serta dampak dari perubahan konsumsi pangan pokok Suku Asli Anak Rawa Dusun Tanjung Pal. Ketiga titik pertanyaan tersebut, kemudian, ditarik ke konteks struktur dan kebijakan level makro yang lebih luas, yang membingkai tetapi tidak mendefinisikan situasi dan perilaku masyarakat dalam level lokal, yang kemudian akan dapat menjelaskan sebuah hubungan resiprokal yang saling tarik-menarik antara konteks global, nasional, dan lokal. Dalam skripsi ini, konteks tersebut ditarik ke kebijakan pangan dan program pembangunan Orde Baru yang membingkai konteks kehidupan Suku Asli Anak Rawa Dusun Tanjung Pal. Penjalinan antara konteks makro dan mikro tersebut skripsi ini kemas dalam konsep outside meaning (makna luar) dan inside meaning (makna dalam) milik Sidney Mintz, yang berujung kepada munculnya keinginan untuk menjadi makmur dan modern. Keinginan tersebut kemudian terwujud ke dalam usaha-usaha Suku Asli Anak Rawa Dusun Tanjung Pal untuk meningkatkan kapital finansial yang berjalan beriringan dengan perubahan konsumsi pangan pokok menuju sagu ke beras.
Anak Rawa Indigenous Community, Tanjung Pal Sub-village, Riau Province, is an indigenous community who consumed sago as their staple food in the early to late 20th century. At the end of the 20th century until the early 2000s, the consumption of these staple foods slowly changed towards rice, until by 2021, rice had become the staple food they consumed daily, while sago had become a food that they only consumed occasionally to visit past memories. This undergraduate thesis attempts to reveal the reasons, processes, and impacts of the shift in staple food consumption for the Anak Rawa Indigenous Community, Tanjung Pal Sub-village. These three question points, then, are drawn to the context of broader macro-level structures and policies, which framed but do not defined the situation and behavior of people at the local level, which will then explain a reciprocal relationship between the global, national, and local contexts. In this undergraduate thesis, the context is drawn to the food policy and development program of the Orde Baru which framed the life context of the Anak Rawa Indigenous Community. Intertwining between macro and micro contexts, this undergraduate thesis is coined in the concept of outside meaning and inside meaning belonging to Sidney Mintz, which leads to the emergence of a desire to be prosperous and modern. This desire was later realized in the efforts of the Anak Rawa Indigenous Community to increase financial capital which went hand in hand with the staple food consumption shift from sago to rice.
Kata Kunci : perubahan konsumsi, inside meaning, outside meaning, pangan pokok, modernisasi, Orde Baru, sagu, beras