Laporkan Masalah

Kajian Berat Tubuh dan Lebar Panggul Berdasarkan Status Gizi Pada Anak Usia 7-12 Tahun di Bantul

ANISA IRBA FADHILA, Dra. Neni Trilusiana Rahmawati, M.Kes., Ph.D; Janatin Hastuti, S.Si., M.Kes., Ph.D

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar belakang: Masalah gizi di Indonesia masih cukup tinggi. Anak dengan masalah gizi dikaitkan dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Indikator penilaian status gizi yang sering digunakan salah satunya yaitu berat tubuh, namun untuk menggambarkan ukuran tubuh pengukuran berat tubuh tidaklah cukup. Diperlukan pengukuran lebar panggul sebagai salah satu komponen penentu ukuran tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan berat tubuh dan lebar panggul pada anak lakilaki dan perempuan usia 7-12 tahun di Kabupaten Bantul, serta untuk mengetahui hubungan antara berat tubuh dan lebar panggul berdasarkan status gizi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional. Subjek penelitian adalah 191 siswa (91 laki-laki dan 100 perempuan) SDN 1 Sewon Kabupaten Bantul dengan usia 7-12 tahun. Setiap anak diukur berat tubuh (BT), tinggi tubuh (TT), dan lebar panggul. Hasil pengukuran BT dan TT, ditentukan indeks massa tubuh (IMT) dan status gizi berdasarkan indeks massa tubuh terhadap usia (IMT/U). Analisis statistik yang digunakan adalah uji Analysis of Variance (ANOVA) mengetahui perbedaan berat tubuh dan lebar panggul berdasarkan jenis kelamin dan usia, dan hubungan berat tubuh dan lebar panggul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat perbedaan berat tubuh yang signifikan berdasarkan jenis kelamin dan usia pada anak usia 9 tahun (p < 0,05). Pada lebar panggul terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan usia (p < 0,05), sedangkan perbedaan lebar panggul berdasarkan jenis kelamin tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05). Terdapat hubungan yang positif dan kuat (r = 0,6 - 0,8; p < 0,05) antara berat tubuh dan lebar panggul pada anak usia 7-12 tahun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan berat tubuh diikuti dengan peningkatan lebar panggul seorang anak usia 7-12 tahun. Kesimpulan: Berat tubuh anak laki-laki lebih besar namun lebar panggulnya lebih kecil dibandingkan pada anak perempuan. Semakin besar berat tubuh maka semakin besar lebar panggul terjadi pada seluruh kategori gizi anak-anak usia 7-12 tahun di Kabupaten Bantul.

Background: Nutritional problems in Indonesia are still quite high. Children with nutritional problems are associated with high rates of morbidity and mortality. One of the indicators of nutritional status assessment that is often used is body weight, but to describe body size, weight measurement is not enough. It is necessary to measure the width of the pelvis as a component of determining body size. Objectives: To investigate the difference of weight and bicristal breadth in children aged 7-12 years in Bantul, and to investigate correlation between weight and bicristal breadth based on nutritional status. Methods: This is a descriptive quantitative study with cross sectional method. Subjects were 191 students (91 boys and 100 girls) of SDN 1 Sewon, Bantul, aged 7-12 years. Each student was measured weight, height, and bicristal breadth. Weight and height were used to determine BMI and nutritional status according to BMI/Age. Statistical analytic used Analysis of Variance (ANOVA) test to investigate difference in weight and bicristal breadth based on sex and age, and the relationship between weight and bicristal breadth were analysed using Spearman correlation test. Result: There was a significant difference in weight based on sex and age in children aged 9 years (p < 0.05). There was a significant difference in bicristal breadth based on age (p < 0.05), while the difference in bicristal breadth by sex had no significant difference (p > 0.05). There was a positive and very strong (r = 0,6 - 0,8; p < 0,05) between weight and bicristal breadth in children aged 7-12 years. These results indicate that an increase in weight is followed by an increase the bicristal breadth of a child aged 7-12 years. Conclusion: Boys weigh more but have a smaller pelvic breadth than girls. The greater the weight, the greater the pelvic breadth occurs in all nutritional categories of children aged 7-12 years in Bantul.

Kata Kunci : Berat tubuh, lebar panggul, status gizi, usia 7-12 tahun

  1. S1-2022-429910-abstract.pdf  
  2. S1-2022-429910-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-429910-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-429910-title.pdf