Laporkan Masalah

THE EFFECT OF SUBSIDIES ON THE RECIPIENTS' CONSUMPTION LEVEL: A CASE OF INDONESIA

BERANTA N ZAKARIA, Artidiatun Adji, M.Ec., Ph.D.

2022 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Studi ini mencoba mengukur dampak subsidi yang diberikan pemerintah terhadap konsumsi agregat rumah tangga miskin di Indonesia, terutama pada program Bantuan Langsung Tunai dan program Raskin. Banyak yang berpendapat bahwa transfer pada akhirnya dapat mengurangi beban anggaran rumah tangga, sehingga meningkatkan konsumsi agregat mereka, tetapi penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam. Itu dikarenakan orang yang berbeda dapat menanggapi program secara berbeda tergantung pada preferensi mereka. Tulisan ini mencoba menambah lebih banyak bukti untuk diskusi pada literatur yang ada tentang dampak program transfer terhadap konsumsi agregat. Penelitian ini menggunakan dua gelombang data dari Indonesia Family Life Survey (IFLS), yaitu gelombang 4 (2007) dan gelombang 5 (2014). Rumah tangga miskin dikelompokkan berdasarkan yang tidak menerima BLT pada tahun 2007 tetapi kemudian menerima BLT pada tahun 2014. Metode data panel yaitu Fixed Effect dan Random Effect digunakan dalam penelitian ini. Beberapa tes pengujian dilakukan, dan Random Effect Model terbukti sebagai yang paling cocok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BLT memang meringankan beban anggaran penerima. Konsumsi agregat penerima BLT rata-rata lebih tinggi sekitar 69% dibandingkan mereka yang tidak menerimanya. Namun, penerima program Raskin ternyata memiliki konsumsi agregat yang lebih rendah sekitar 7%. Dengan sudut pandang yang optimis, bisa diartikan bahwa sekarang penerima bantuan tidak perlu merogoh kocek lagi dan bisa mengalokasi dana mereka ke tempat lain. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa Program Keluarga Harapan (transfer tunai bersyarat) efektif untuk meningkatkan konsumsi penerima, terutama dalam biaya pendidikan.

This study attempted to measure the impact of subsidies given by the government on poor households' aggregate consumption in Indonesia, mainly focusing on Bantuan Langsung Tunai (Unconditional Cash Transfer) and the Raskin Program (In-kind Transfer). Many argue that transfer can ultimately relax households' budget constraint, hence increasing their aggregate consumption, but prior studies show mixed results. It is because different people respond to the program differently depending on their preferences. This paper tries to add more discussion to the existing evidence/literature on the impact of transfer programs on aggregate consumption. The study used two waves of Indonesia Family Life Survey (IFLS) data, which are wave 4 (2007) and wave 5 (2014). Poor households are grouped based on the one not receiving BLT in 2007 but then receiving BLT in 2014. Panel data methods namely Fixed Effect and Random Effect were employed in this study. Tests were performed, and the Random Effect method proved to be the best fit. The result shows that BLT does indeed relax the recipients' budget constraint. BLT recipients' aggregate consumption is higher on average by around 69% than those who didn't receive it. However, Raskin program recipients are found to have a lower aggregate consumption by around 7%. Optimistically translated to people now do not have to spend anymore and can alter their spending to where else. Other than that, the study also exposes that Program Keluarga Harapan (CCT) is effective to increase recipients' consumption, especially in education expenses.

Kata Kunci : Subsidy, BLT, Raskin, Consumption

  1. S1-2022-415864-abstract.pdf  
  2. S1-2022-415864-bibliography .pdf  
  3. S1-2022-415864-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-415864-title.pdf