Laporkan Masalah

PREVALENSI DAN FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN IKUTAN PASKA IMUNISASI (KIPI) PADA VAKSINASI CORONAVIRUS DISEASE 2019 UNTUK KELOMPOK ANAK USIA 6-11 TAHUN DI KABUPATEN BANTUL

FITRIANA PUSPITARANI, Mei Neni Sitaresmi; Riris Andono Ahmad

2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Pendahuluan: pada Desember 2021, pemerintah memulai program vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun dengan 2 dosis vaksin Coronavac sebanyak 0,5mL dalam jarak 28 hari. Seiring dengan meningkatnya cakupan pemberian imunisasi maka akan meningkat pula kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Hal ini dapat mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap program imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor determinan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) pada vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun. Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain survei potong lintang. Pengumpulan data menggunakan data primer yang dilaksanakan pada Bulan Februari 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada 1093 orangtua/wali dan anak yang mendapatkan vaksinasi. Data dianalisis secara bivariat menggunakan chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: prevalensi KIPI pada vaksinasi dosis 1 untuk anak usia 6-11 tahun adalah 16,65% sedangkan pada vaksinasi dosis 2 adalah 22,63%. Gejala yang paling banyak dialami pada KIPI dosis 1 adalah nyeri di lokasi suntikan dan demam, sedangkan pada KIPI dosis 2 adalah batuk dan pilek. Mayoritas KIPI ringan terjadi di hari yang sama (hari 0) dengan pemberian vaksinasi dosis 1 (79,12%) dan akan sembuh di hari yang sama juga. Kejadian ikutan paska imunisasi pada vaksinasi dosis 1 dipengaruhi oleh riwayat KIPI saat balita dengan nilai OR 2,49 (CI 1,75-3,56; p-value <0,001) dan riwayat mendapatkan vaksinasi lain dengan nilai OR 8,52 (95% 3,7-19,7; p-value <0,001). Kesimpulan: anak yang mengalami KIPI saat balita memiliki probailitas untuk mengalami KIPI pada vaksinasi COVID-19 dosis 1. Riwayat mendapatkan vaksinasi lain yang mengandung adjuvan yang sama dengan CoronaVac berisiko untuk menimbulkan KIPI berulang pada vaksinasi COVID-19 dosis 1.

Introduction: in December 2021, Indonesian government started a COVID-19 vaccination program for children aged 6-11 years with regimen of 2 dose of CoronaVac @0,5 mL within 28 days, but the safety profile of this vaccine administration for this target group is not known except from vaccine clinical trials. Along with increasing immunization coverage, the incidence of adverse events following immunization (AEFI) will also increase. This study aims to determine the prevalence and determinant factors of AEFI on COVID-19 vaccination for children aged 6-11 years old. Method: this was a cross-sectional study conducted in Bantul District, Yogyakarta, in February 2022. Data was collected by interviews with 1093 parents and children given vaccination. Data were analyzed with chi-square and logistic regression. Results: the prevalence of AEFI at dose 1 was 16,65%, while at dose 2 was 22,63%. The most common symptoms experienced at AEFI dose 1 were local site pain and fever, while at AEFI dose 2 were cough and cold. Most of mild AEFIs will occur on the same day (day 0) with vaccination dose 1 (79.12%) and will recover on the same day also. Occurrence of AEFI at dose one of COVID-19 vaccination affected by the history of AEFI in childhood vaccination with OR 2,49 (CI 1,7-3,56; p-value <0,001) and history of administering other vaccines with OR 8,52 (95% 3,7-19,7 p-value <0,001). Conclusions: the history of AEFI in childhood vaccination has probability to experience AEFI at dose 1 COVID-19 vaccination. Administering other vaccines containing the same adjuvant with CoronaVac is at risk for recurrent AEFI at dose 1 COVID-19 vaccination.

Kata Kunci : vaksin COVID-19, anak, prevalensi, faktor determinan

  1. S2-2022-466106-abstract.pdf  
  2. S2-2022-466106-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-466106-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-466106-title.pdf