MEMAHAMI PELAKU DAN KORBAN KEKERASAN DALAM PACARAN PADA REMAJA AWAL: ANALISIS POTONG LINTANG PERAN PENGALAMAN BURUK MASA KECIL
DEVI SRINITA, Prof. dr. Siswanto AW, SU, M.Sc,Sc.D
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Remaja merupakan fase kritis perkembangan fisik, kognitif, sosial, emosional yang berpengaruh pada kesehatan fisik, kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi. Melalui tinjauan ini, kami melakukan eksplorasi pengaruh pengalaman buruk masa kecil terhadap kekerasan dalam pacaran yang akan menentukan kemampuan dan aspirasi seumur hidupnya. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara pengalaman buruk masa kecil pada remaja awal dengan kekerasan dalam pacaran. Metode Penelitian: Data pada studi ini didapatkan dari data Global Early Adolescent Study pada siswa sekolah menengah pertama di tiga kota di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada pengalaman buruk masa kecil dan pengalaman kekerasan dalam pacaran. Seluruh remaja (N = 1653) yang pernah atau sedang berpacaran, tunangan, dan menikah serta memiliki riwayat pengalaman buruk masa kecil dan kekerasan dalam pacaran diikutkan dalam analisis menggunakan regresi multinomial sederhana dan regresi multinomial berganda yang disesuaikan dengan faktor individu dan faktor interpersonal dalam model ekologi sosial. Hasil: Memiliki >=4 pbmk meningkatkan risiko seseorang mengalami kdp baik sebagai korban kdp, pelaku kdp, dan korban sekaligus pelaku kdp. Nilai adjusted odds ratio paling tinggi dimiliki oleh kelompok korban sekaligus pelaku (korban sekaligus pelaku: 2,28; IK 95%, 1,70-3,06; pelaku: 1,91; IK, 1,25-2,92; korban: 1,40; IK 95%, 1,00-1,97). PMBK dan konsumsi alkohol menjadi faktor risiko untuk mengalami KDP baik sebagai korban, pelaku, maupun korban sekaligus pelaku. Faktor yang dapat menurunkan risiko mengalami KDP yaitu keberdayaan dan pengasuh utama. Kesimpulan: Riwayat PBMK berhubungan dengan KDP pada remaja awal. PBMK dan konsumsi alkohol meningkatkan risiko remaja mengalami ketiga jenis perilaku KDP. Keberdayaan dan pengasuh utama merupakan faktor protektif atau menurunkan risiko untuk mengalami ketiga jenis perilaku KDP. Temuan ini menegaskan perlunya upaya bersama berbagai sekotor untuk meminialisir pengalaman KDP melalui penguatan fungsi keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Background: Adolescence is a critical phase of physical, cognitive, social, emotional development that affects physical health, sexual health and reproductive health. Through this review, we explored the influence of adverse child experiences on violence in courtship that would determine his/her lifelong abilities and aspirations. Objectives: Knowing the relationship between adverse childhood experiences and dating violence. Method: Data in this study was obtained from tha Global Early Adolescent Study on junior high school students in three cities in Indoesia. The study focuses on adverse childhood experiences and dating violence. All adolescent (N=1653) who have been or are dating, fiancee, and married and have a history of adverse childhood experiences were included in the analysis using simple multinomial regression and multiple multinomial regressions adapted to individual and interpersonal factors in the social ecologycal model. Results: Having a >=4 adverse childhood experiences increases a person's risk of experiencing dating violence both as a victim, perpetrator, and victim as well as perpetrator. The highest adjusted odds ratio is owned by the group of victims as well as perpetrators (victims and perpetrators: 2.28; IK 95%, 1.70-3.06; perpetrators: 1.91; IK, 1.25-2.92; victims: 1.40; IK 95%, 1.00-1.97). Adverse childhood experiences and alcohol consumption are risk factors to experience dating violence both as victims, perpetrators, and victims as well as perpetrators. Factors that can reduce the risk of experiencing dating violence are empowerment and primary caregivers. Conclusion: A history of adverse childhood experiences is related to dating violence in early adolescence. Adverse childhood experiences and alcohol consumption increase the risk of adolescents experiencing all three types of datig violence behavior. Empowerment and primary caregivers are protective factors or lower the risk of experiencing all three types of dating violence behavior. These findings confirm the need for joint efforts by various sectors to minimize the experience of dating violence through strengthening family functions and improving family welfare.
Kata Kunci : kekerasan dalam pacaran, kekerasan mitra intim, pengalaman buruk masa kecil / dating violence, intimate partner violence, adverse childhood experiences