EVALUASI KESESUAIAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA OPERASI PERBAIKAN HERNIA INGUINAL ANAK DI RUMAH SAKIT AKADEMIK UGM
LEONARDO RINZI, dr. Dwi Aris Agung N, M.Sc., Ph.D, dr. Eko Purnomo Ph.D, Sp.BA
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang Hernia inguinal adalah suatu bukaan pada dinding abdomen yang menyebabkan pembentukan benjolan atau kantong dari organ abdomen yang manajemen utamanya dengan operasi. Komplikasi dapat terjadi pasca operasi salah satunya infeksi luka operasi (ILO). Infeksi luka operasi ini dapat dikurangi dengan penggunaan antibiotik profilaksis. Penelitian ini menggunakan sampel Pasien berusia dibawah 18 tahun dan dilakukan di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) yang merupakan rumah sakit akademik yang dinaungi oleh UGM dan berlokasi di provinsi Yogyakarta. Mengingat perannya sebagai rumah sakit untuk mendidik para tenaga medis muda, maka praktik klinis yang dijalankan di rumah sakit ini harus mengikuti panduan yang ada. Tujuan. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi pemakaian antibiotik profilaksis yang sesuai dengan PPK dan dampak yang dihasilkan jika tidak mengikuti PPK. Metode. Penelitian ini menerapkan desain studi cross-sectional dan menggunakan data rekam medis pasien pada tahun 2013-2019 di RSA UGM yang telah menerima antibiotik profilaksis sebelum melaksanakan prosedur operasi. Data tersebut diambil dan dicatat kedalam case report form (CRF) dan dianalisis. Hasil. Pada 13 kasus hernia inguinal anak, terdapat 8 kasus yang tidak tepat dosis dimana seluruhnya dibawah dari dosis menurut panduan dan terdapat 9 kasus pemberian antibiotik profilaksis yang diberikan lebih dari 60 menit sebelum operasi. Tidak ditemukan faktor yang signifikan yang berhubungan dengan ketidaktepatan dosis dan waktu penggunaan antibiotik profilaksis. Ditemukan adanya korelasi negatif sedang antara tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dengan ketidaktepatan penggunaan antibiotik profilaksis (koefisien Spearman = -0,476, p value = 0,014). Kesimpulan. Penggunaan antibiotik profilaksis di RSA UGM tidak sesuai dengan panduan dan tidak tepat. Tidak ada faktor yang berhubungan secara signifikan dengan ketidaktepatan penggunaan antibiotik profilaksis pada bedah hernia inguinal anak.
Background An inguinal hernia is an opening in the abdominal wall that causes the formation of a lump or pocket from the abdominal organs, which is primarily managed by surgery. Complications can occur after surgery, one of which is the surgical wound infection. This surgical wound infection can be reduced by the use of prophylactic antibiotics. This study used a sample of patients under 18 years of age and was conducted at the Gadjah Mada University Academic Hospital (RSA UGM) which is an academic hospital under the auspices of UGM and located in the province of Yogyakarta. Given its role as a hospital to educate young medical personnel, the clinical practice carried out at this hospital must follow the existing guidelines. Objective. This study was aimed at evaluating the use of prophylactic antibiotics in accordance with clinical practice guideline and the resulting impact if not following clinical practice guideline. Method. This study applied a cross-sectional study design and used data from medical records of patients in 2013-2019 at RSA UGM who had received prophylactic antibiotics before carrying out surgical procedures. The data was taken and recorded into a case report form (CRF) and analyzed. Results. In 13 cases of pediatric inguinal hernia, there were 8 cases where the dose was not correct, all of which were below the recommended dose and there were 9 cases where prophylactic antibiotics were given for more than 60 minutes before surgery. There were no significant factors associated with inappropriate dose and timing of prophylactic antibiotic use. It was found that there was a moderate negative correlation between the knowledge level of health workers and the inappropriate use of prophylactic antibiotics (Spearman coefficient = -0.476, p value = 0.014). Conclusion. The use of prophylactic antibiotics at the RSA UGM is not appropriate with the guidelines and not accurate. There were no factors significantly associated with inappropriate use of prophylactic antibiotics in pediatric inguinal hernia surgery.
Kata Kunci : Antibiotik Profilaksis, Hernia Inguinal anak