HUBUNGAN KEJADIAN DISFUNGSI DASAR PANGGUL DAN KUALITAS HIDUP PEREMPUAN USIA MENOPAUSE DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
RATIH KUMALASARI, Dr. dr. Nuring Pangastuti, Sp.OG(K)-Urogin.; Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed, PhD, Sp.OG(K)-Obginsos
2022 | Tesis-Spesialis | OBSTETRI DAN GINEKOLOGILatar belakang: Disfungsi dasar panggul paling banyak terjadi pada perempuan usia lanjut, dengan insidensi sekitar 39,8%. Hal ini erat hubungannya dengan kejadian menopause. Menopause akan menyebabkan penurunan hormon estrogen, yang berkontribusi terhadap kelemahan dan atrofi otot dasar panggul. Jarangnya perempuan dengan disfungsi dasar penggul memeriksakan dirinya, mengakibatkan tidak adanya data yang tepat mengenai angka kejadian disfungsi dasar panggul pada perempuan menopause. Keadaan disfungsi dasar panggul pada perempuan menopause akan berpengaruh terhadap kualitas hidupnya, terutama dalam hal fisik, seksual, dan psikososial. Berdasarkan hal tersebut, penilaian kualitas hidup perempuan dengan disfungsi dasar panggul dilakukan dengan instrumen MENQOL yang dapat menilai kualitas hidup perempuan menopause secara umum. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kejadian disfungsi dasar panggul dengan kualitas hidup perempuan usia menopause di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan di beberapa daerah di DIY. Subjek dilakukan penilaian disfungsi dasar panggul berupa prolaps organ panggul dengan pemeriksaan POPQ, sedangkan kualitas hidup perempuan menopause dinilai berdasarkan instrumen MENQOL. Hasil: Dari 192 subjek, didapatkan 140 subjek (72,92%) mengalami prolaps organ panggul, dengan kejadian sistokel 69,79%, rektokel 67,71%, dan prolaps uteri 46,35%. Gambaran kualitas hidup perempuan usia menopause menunjukkan variasi dalam tingkat keluhan dari subjek. Terdapat perbedaan yang bermakna dari median skor pada domain fisik MENQOL antara kelompok disfungsi dasar panggul dan tidak (p=0,000). Usia, paritas, riwayat obstetri, penyakit kronis, dan lamanya menopause, memiliki hubungan yang bermakna secara signifikan terhadap kejadian disfungsi dasar panggul (p < 0,05). Kualitas hidup perempuan usia menopause juga dipengaruhi oleh faktor usia, pekerjaan, riwayat penyakit kronis, dan lamanya menopause (p < 0,05). Kesimpulan: Kualitas hidup berdasarkan domain fisik MENQOL lebih rendah pada perempuan usia menopause dengan disfungsi dasar panggul (p<0,05).
Background: Pelvic floor dysfunction is most common especially in elderly, with incidence of around 39.8%. This is closely related to menopause. Menopause caused decrease of estrogen, which contributes to weakness and atrophy of pelvic floor muscles. Rarely women with pelvic floor dysfunction to consult, resulting no precise data of pelvic floor dysfunction in menopausal women. Pelvic floor dysfunction in menopausal women will affect quality of life, especially in physical, sexual, and psychosocial. Therefore, assessment of quality of life will be carried out with MENQOL instrument which can assess quality of life of postmenopausal women in general. Objective: To determine relationship between pelvic floor dysfunction and quality of life of menopausal women in Yogyakarta. Methods: This is cross sectional analytic study conducted in several areas in Yogyakarta. Subjects assessed for pelvic organ prolapse with POPQ examination and quality of life assessed with MENQOL instrument. Results : From 192 subjects, 140 subjects (72.92%) had pelvic organ prolapse, with cystocele 69.79%, rectocele 67.71%, and uterine prolapse 46.35%. Quality of life shows variations in the level of complaints. There was a significant difference in median score of physical domain MENQOL between pelvic floor dysfunction groups and without (p=0.000). Age, parity, obstetric history, chronic disease, and duration of menopause, had a significant relationship with pelvic floor dysfunction (p < 0.05). Quality of life of menopausal women is also influenced by age, occupation, chronic disease, and duration of menopause (p < 0.05). Conclusion: Quality of life based on the MENQOL physical domain was lower in menopausal women with pelvic floor dysfunction (p<0.05).
Kata Kunci : disfungsi dasar panggul, menopause, prolaps organ panggul, MENQOL, kualitas hidup, pelvic floor dysfunction, menopause, pelvic organ prolapse, MENQOL, quality of life