Korelasi antara Penerapan Folklor di Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu dengan Pengalaman Wisata yang Berkesan
ADITYA RIZKI RINALDI, Dr. Mohamad Yusuf., M.A
2022 | Tesis | Magister Kajian PariwisataHubungan timbal balik antara cerita rakyat Sangkuriang dengan Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat tidak dapat dipisahkan. Kaitannya dengan pengembangan pariwisata di gunung tersebut adalah popularitas dari cerita rakyat Sangkuriang mampu meningkatkan daya tarik pengunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu. Beberapa wisatawan cenderung memiliki ketertarikan untuk mengetahui cerita yang melatarbelakangi tempat yang mereka kunjungi. Sehingga Sangkuriang sebagai folklor di Gunung Tangkuban Parahu dapat dijadikan modal dalam menghadapi tantangan yang dihadapi objek daya tarik wisata dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengeksplorasi penerapan folklor yang dilakukan di TWA Tangkuban Parahu dan korelasinya dengan pengalaman wisata yang berkesan. Untuk menjawab pertanyaan penelitian ini, penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara bersama beberapa informan. Sementara, data kuantitatif dikumpulkan melalui pendistribusian kuesioner terhadap responden yang telah dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola TWA Tangkuban Parahu telah menerapkan folklor 'Sangkuriang' di beberapa tempat baik dalam bentuk simbol atau narasi. Tanggapan wisatawan terhadap penerapan folklor menunjukkan tanggapan yang baik. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara penerapan folklor dengan pengalaman wisata berkesan yakni sebesar 75,9%.
It cannot be separated from the reciprocal relationship between the Sangkuriang folklore and Mount Tangkuban Parahu in West Java. The connection with the development of tourism on the mountain is the popularity of the Sangkuriang folklore, increasing visitors' attractiveness to Tangkuban Parahu Natural Park. Some tourists tend to be interested in knowing the story behind the places they visit. So that Sangkuriang, as folklore on Mount Tangkuban Parahu, can be used as capital in facing the challenges tourist attractions face in creating memorable tourism experiences. Therefore, this study explores the application of folklore carried out at Tangkuban Parahu Natural Park and its correlation with memorable tourism experiences. Therefore, to answer this research question is using the mixed research methods. The collection of qualitative data is through interviews with several informants. Meanwhile, quantitative data collection is through the distribution of questionnaires to respondents, with the purposive sampling technique selection. The results show that the application of 'Sangkuriang' folklore can be found in Tangkuban Parahu Natural Park in several places, either in symbols or narratives. The response to the use of folklore shows good responses. The application of folklore has a very strong relationship with the memorable tourism experience which is 75.9%.
Kata Kunci : folklor, pengalaman wisata, Sangkuriang, Gunung Tangkuban Parahu