HUBUNGAN ANTARA BULLYING DENGAN KECEMASAN PADA PELAKU BULLYING DI SMA NEGERI 1 SIMO BOYOLALI
DHEAFITRI RIEZKA F, Dr. dr. Budi Pratiti, Sp.KJ ; Dr. dr. Rustamaji, M.Kes
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang : Perilaku Bullying semakin marak terjadi di kalangan remaja terutama dilingkungan sekolah. Kecemasan meliputi perasaan yang menggambarkan gangguan psikologis berupa rasa takut, keprihatinan terhadap masa depan, kekhawatiran yang berkepanjangan dan rasa gugup. Pada remaja, angka kecemasan terus meningkat. Indonesia merupakan negara berkembang yang angka kecemasannya semakin meningkat, prevalensi kecemasan diperkirakan 20% dari populasi dunia dan sebanyak 47,7% remaja merasa cemas. Menurut Organisasi kesehatan dunia (WHO) 20% dari populasi dunia mengalami kecemasan dan sebanyak 48% remaja sering merasa cemas. Prevalensi kecemasan sosial pada remaja perempuan lebih tinggi daripada laki-laki yaitu sebanyak 5,27% sedangkan pada laki-laki 4,2%. Bullying dapat berhubungan dengan kecemasan yang dirasakan pelaku terutama terhadap korban karena faktor seperti perasaan tidak tenang, merasa bersalah, dan perbuatannya takut diketahui oleh orang lain. Penelitian dilakukan pada masa pandemi COVID-19. Oleh karena itu, terdapat keterbatasan kehadiran siswa dalam menjadi subjek penelitian. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan kecemasan pada pelaku bullying di SMA Negeri 1 Simo Boyolali Metode : Jenis penelitian ini adalah studi cross sectional dengan metode observasional analitik untuk melihat kecemasan yang dirasakan pada pelaku bullying di SMA Negeri 1 Simo Boyolali dengan teknik random sampling. Melakukan penilaian kecemasan menggunakan Revised Manifest Anxiety Scale (RCMAS) dan untuk menilai perilaku bullying menggunakan kuisioner sikap bullying. Penilaian menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada siswa secara langsung di SMA Negeri 1 Simo Boyolali
Introduction : Perilaku bullying dapat terjadi di kalangan remaja terutama di lingkungan sekolah. Perilaku bullying di lingkungan sekolah menyebabkan efek yang berkepanjangan salah satunya berupa kecemasan. Kecemasan meliputi perasaan yang menggambarkan gangguan psikologis berupa rasa takut kekhawatiran yang berkepanjangan. Menurut Organisasi kesehatan dunia (WHO) 20% dari populasi dunia mengalami kecemasan dan 48% remaja sering merasa cemas. Bullying berhubungan dengan kecemasan yang dirasakan oleh korban seperti perasaan tidak tenang, sedangkan yang mungkin dirasakan oleh pelaku berupa perasaan bersalah dan perbuatannya takut diketahui oleh orang lain. Methods : Untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan kecemasan pada pelaku bullying di SMA Negeri 1 Simo Boyolali Results and Discussion : Perilaku bullying di SMAN 1 Simo Boyolali kelas 12 jurusan IPA menunjukkan tingkat yang rendah. Kecemasan pada siswa SMAN 1 Simo Boyolali kelas 12 IPA juga terukur rendah. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh factor sosiokultural, budaya, norma, kedekatan dengan teman sebaya di wilayah Simo Boyolali. Hubungan antara perilaku bullying dan kecemasan secara statistik juga tidak menunjukkan kebermaknaan secara statistic. Conclusion : Tidak terdapat hubungan antara perilaku bullying dengan kecemasan pada pelaku bullying di SMA Negeri 1 Simo Boyolali
Kata Kunci : Kecemasan, Bullying, pelaku Bullying, Remaja SMA