Laporkan Masalah

Hubungan Jenis Kelamin dengan Depresi Siswa Boarding School Tahun Pertama di SMP Magelang

ADHITYA NUR MAHENDRA, dr. Irwan Supriyanto, Ph.D., Sp. KJ; Dr.dr. Carla R. Marchira, Sp.KJ (K);

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Prevalensi depresi pada remaja siswa sekolah menengah pertama boarding school cukup tinggi, hal itu dikarenakan sekolah menengah dapat dianggap sebagai lingkungan yang stressful bagi remaja, terutama sekolah dengan sistem sekolah berasrama (boarding school). Faktor adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan tuntutan kurikulum akademik yang lebih tinggi dapat juga menjadi penyebab depresi siswa tersebut. Tingkat gejala depresi pada remaja dikaitkan dengan berbagai faktor seperti genetika, peningkatan prevelensi gangguan kecemasan, perubahan biologis yang terkait dengan pubertas, kecenderungan kognitif, dan faktor sosial budaya. Namun, jenis kelamin merupakan faktor yang paling sering dikaitkan dalam berbagai studi tentang tingkat gejala depresi pada remaja, dan perempuan dianggap memiliki tingkat gejala depresi yang lebih tinggi daripada laki-laki. Oleh karena itu, perlu diketahui mengenai perbedaan hubungan jenis kelamin dengan depresi pada remaja terutama pada siswa tahun pertama boarding school. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan hubungan antara jenis kelamin dengan depresi pada siswa boarding school tahun pertama di SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang tahun ajaran 2018/2019. Metode: Penelitian non eksperimental, deskriptif analitik, dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ialah siswa kelas VII SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Instrumen yang digunakan yakni kuesioner data pribadi, dan Child Depression Inventory (CDI). Data dianalisa secara statistik dengan teknik analisis univariat menggunakan analisis deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: Kecenderungan depresi pada siswa kelas VII tahun pertama SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang adalah sebesar 49,28% dimana siswa perempuan memiliki kecenderungan depresi lebih tinggi yaitu sebesar 56,30%, sedangkan kecenderungan depresi pada siswa laki-laki yaitu sebesar 40,00%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kecenderungan depresi pada siswa kelas VII tahun pertama SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang, sedangkan hasil analisis bivariat lain menunjukkan bahwa tidak ada variabel lain yang memiliki perbedaan hubungan yang bermakna dengan kecenderungan depresi kecuali jenis kelamin. Kesimpulan: Terdapat perbedaan hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan depresi siswa boarding school tahun pertama di SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang tahun ajaran 2018/2019. Siswa dengan jenis kelamin perempuan memiliki skor CDI yang lebih tinggi dibandingkan siswa berjenis kelamin laki-laki.

Background: The prevalence of depression in Boarding Junior High School students is relatively high, this is because the high school can be considered as a stressful environment for the teenager, especially schools with boarding school systems. Adaptation factors to social changes and higher academic curriculum demand can also be a cause of depression in these students. The level of depressive symptoms on teenagers related to various factors like genetics, increased prevalence of anxiety disorders, biological changes associated with puberty, cognitive predisposition, and socio-cultural factors. However, gender is the most frequently associated factor in studies of teenage depressive symptom levels, and women are considered to have higher rates of depressive symptoms than men. Therefore, it is necessary to know about the differences of the association between gender and depression in a teenager, particularly in the first year of boarding school students. Purpose: This research was conducted to determine the differences of the association between gender and depression in first-year boarding school students at SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang in the 2018/2019 academic year. Methods: Non-experimental research, descriptive-analytic, with cross-sectional design. The Subjects of this study the first year 7th grade students of SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang District who met the inclusion and exclusion criteria. The instruments used were personal data questionnaires and the Child Depression Inventory (CDI). Data were analyzed statistically with univariate analysis techniques using descriptive analysis and bivariate analysis using the Chi-Square test. Results: The tendency of depression in the first year 7th grade students of SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang Regency was 49,28%, where female students had a higher tendency of depression, about 56.30%, while the tendency for depression in male students was 40.00%. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant association between gender and depression tendency in the first year 7th grade students of SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid in Magelang Regency, while the results of other bivariate analysis showed that there were no other variables that had a significant differences of the association with depression tendencies except gender. Conclusion: There is a difference meaningful in association between gender and depression in the first-year boarding school students at SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang in the 2018/2019 academic year. Female students have a higher CDI score than male students.

Kata Kunci : Depresi, Remaja, Jenis Kelamin, Boarding School.

  1. S1-2022-414397-abstract.pdf  
  2. S1-2022-414397-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-414397-tableofcontent .pdf  
  4. S1-2022-414397-title.pdf