Laporkan Masalah

HUBUNGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU GAYA BERPACARAN PADA REMAJA USIA 15 hingga 24 TAHUN DI INDONESIA (ANALISIS DATA SDKI 2017)

NOVIYANTI FAHDILLA, Dr. Drs. Abdul Wahab, MPH

2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Interaksi teman sebaya berpotensi mempengaruhi perilaku gaya berpacaran remaja. Sebagian besar remaja di Indonesia cenderung lebih dekat dan mendiskusikan hal-hal terkait kesehatan reproduksi dengan teman dibandingkan orang terdekat lain. Menurut SDKI 2012 rentang usia pertama kali melakukan hubungan seksual antara 18 hingga 21 tahun sedangkan SDKI 2017 antara 15 hingga 19 tahun. Tujuan penelitian: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi teman sebaya dengan perilaku gaya berpacaran berisiko pada remaja usia 15 hingga 24 tahun. Metode: Penelitian kuantitatif yang menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Disain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi sampel penelitian yang digunakan pada penelitian ini meliputi remaja pria dan wanita usia 15 hingga 24 tahun di Indonesia yang belum menikah dan sedang atau pernah berpacaran. Hasil: Perilaku gaya berpacaran remaja di Indonesia termasuk dalam gaya berpacaran risiko rendah yang meliputi: berpegangan tangan dan berpelukan. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara interaksi teman sebaya yang berisiko dengan perilaku gaya berpacaran remaja berisiko tinggi yang meliputi: berciuman, meraba dan diraba bagian tubuh sensitif dan berhubungan seksual (p<0,05 dan OR=1,42). Hasil multivariabel menujukkan bahwa tidak ada variabel luar yang mengganggu hubungan antara variabel teman dengan perilaku gaya berpacaran pada remaja. Kesimpulan: Interaksi teman sebaya dalam hal kesehatan reproduksi yang berisiko berhubungan dengan perilaku berpacaran remaja berisiko tinggi, meliputi berciuman, meraba daerah sensitif dan berhubungan seksual. Upaya promosi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi perlu dilakukan untuk meminimalkan kejadian pacaran berisiko tinggi diantara remaja.

Background: A risky peer interaction has potential to influence adolescent dating style behavior that caused premarital sexual interactions. Most teenagers in Indonesia tend to be closer and discuss issues related to reproductive health system with friends than other people. According to the IDHS 2012, the age range for the first time to have sexual intercourse between 18 and 21 years, while the IDHS 2017 between 15 and 19 years. Objectives: This study aims to determine the relationship between peer interaction and risky dating style behavior in adolescents aged 15 until 24 years. Method: Quantitative method using secondary data from Indonesia Demographic and Health Survey 2017 with cross-sectional study design. The research sample population used in this study includes male and female adolescents aged 15 until 24 years in Indonesia who are unmarried and currently or have been in relationship. Result: The behavior of adolescent dating style in Indonesia is in the low-risk dating style category, included: holding hands and hugging. Bivariate analysis showed that there was a relationship between risky peer interactions and high-risk adolescent dating behavior, included kissing, touching and being touched on sensitive body parts and sexual intercourse (p<0.05 and OR=1.42). The multivariable results showed that there are no external variables that interfere with the relationship between peer interactions and dating style in adolescents. Conclusion: Peer interaction in risky reproductive health issues are associated with high-risk adolescent dating behavior, including: kissing, touching sensitive areas and sexual intercourse. Promotion and increase education for adolescents related to reproductive health issues need to be done to minimize the incidence of high-risk dating style among adolescents.

Kata Kunci : gaya berpacaran, kesehatan reproduksi, remaja, interaksi teman sebaya

  1. S2-2020-466169-abstract.pdf  
  2. S2-2020-466169-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-466169-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-466169-title.pdf