MOTIVASI MASYARAKAT DESA PENYANGGA MENGGARAP LAHAN DI SUAKA MARGASATWA PALIYAN D.I YOGYAKARTA
NUR SURANTIWI, Dr. Ir. Lies Rahayu Wijayanti Faida, M.P.; Dr. Much. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KEHUTANANSuaka Margasatwa (SM) Paliyan merupakan kawasan suaka alam yang kondisinya terdegradasi, oleh karena itu perlu dilakukan program restorasi dengan menanam tanaman asli (native spesies) untuk mengembalikan ekosistem yang sebelumnya rusak menjadi seperti semula. Upaya pengelolaan kawasan banyak mengalami hambatan yang berasal dari aktivitas pemanfaatan sumber daya lahan oleh masyarakat yang bermukim di sekitar SM Paliyan. Kebutuhan manusia disebut sebagai pendorong/motif setiap perilaku. Motif membantu seseorang untuk mengadakan prediksi tentang perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi masyarakat desa penyangga melakukan penggarapan lahan di SM Paliyan berdasarkan Hierarki Kebutuhan Maslow, menggambarkan perilaku yang menjadi respon langsung dari motivasi-motivasi tersebut serta merumuskan strategi penyelesaian masalah penggarapan lahan di SM Paliyan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan perumusan strategi menggunakan analisis SWOT. Data yang digunakan adalah catatan lapangan hasil wawancara. Berdasarkan hasil analisis, motivasi terbesar masyarakat melakukan penggarapan lahan di SM Paliyan adalah kebutuhan akan ruang fisik dan psikologis sebagai petani atau masyarakat sekitar hutan yang masuk dalam kebutuhan fisiologis. Motivasi utama yaitu memenuhi kebutuhan akan rasa aman (tentram dan terjamin) di waktu sebelum musim panen tiba. Perilaku yang menjadi respon dari motivasi masyarakat desa penyangga menggarap lahan di kawasan SM Paliyan sebagai akibat langsung dari motivasi-motivasi tersebut yaitu beraktifitas dan melakukan penggarapan lahan di SM Paliyan. Berdasarkan hasil analisis SWOT maka disusunlah program strategis penyelesaian penggarapan lahan di SM Paliyan yaitu: tingkatkan upaya pemulihan ekosistem di SM Paliyan, tingkatkan pendidikan lingkungan untuk menanamkan kesadaran masyarakat terhadap SM Paliyan, tingkatkan upaya pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat desa penyangga, tingkatkan perlindungan dan pengamanan kawasan dan terapkan mekanisme insentif.
The Paliyan Wildlife Sanctuary (WS) is a degraded nature reserve; therefore, a restoration program is needed where native species are planted to restore the ecosystem to its previous state. Many obstacles have risen in efforts to manage the area stemming from the use of land resources by communities living around the Paliyan WS. Human needs are said to be the drivers/motives of every behaviour. Motive helps a person to predict behaviour. This research aimed to identify the motivation of buffer village communities in cultivating land in the Paliyan WS based on Maslow Hierarchy of Needs, describe behaviours that are a direct response to these motivations and formulate strategies for solving land cultivation problems in the Paliyan WS. This research was conducted by using qualitative descriptive methods and strategy formulation using the SWOT analysis. Data used were field notes from interviews. Based on analysis results, the biggest motivation driving the community to cultivate the land in the Paliyan WS is the need for physical space and psychological needs as farmers or communities surrounding the forest, which are included in physiological needs. The main motivation is to fulfill the need for a sense of security (peace and security) in the time before the harvest season arrives. The behaviour that is a response to the motivation of the buffer village community cultivating land in the area of the Paliyan WS as a direct result of these motivations is to carry out activities and cultivate land in the Paliyan WS. Based on results of the SWOT anlaysis, a strategic program for the completion of land cultivation in the Paliyan WS was compiled, namely: increase efforts to the ecosystem in the Paliyan WS, improve environmental education to instill public awareness of the Paliyan WS, increase community empowerment efforts by utilizing the potential possessed by buffer village communities, improve protection and security of the area and implement incentive mechanisms.
Kata Kunci : dorongan, hierarki kebutuhan Maslow, motif, motivasi, penggarapan lahan / drive, Maslow Hierarchy of Needs, motive, motivation, land cultivation