Laporkan Masalah

PENGARUH IMBANGAN SUPLEMENTASI KOMBINASI MINYAK KEDELAI (Glycine max L.) PROTEKSI DAN NON PROTEKSI TERHADAP KECERNAAN NUTRIEN PAKAN SECARA IN VITRO

BAYU PRASETYO, Prof. Dr. Ir. Lies Mira Yusiati, SU., IPU., ASEAN Eng.

2022 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbangan suplementasi kombinasi minyak kedelai terproteksi dan non terproteksi terhadap kecernaan nutrien secara in vitro. Proteksi asam lemak menggunakan susu afkir dan formaldehid. Substrat pakan terdiri dari 60% rumput gajah dan 40% bran pollard, kemudian di suplementasikan minyak kedelai terproteksi dan minyak kedelai non proteksi dengan berbagai level imbangan yaitu 0%:5%, 1,25%:3,75%, 2,5%:2,5%, 3,75%:1,25%, dan 5%:0% berdasarkan BK substrat. Penelitian ini terdiri tiga ulangan. Penentuan nilai kecernaan nutrien meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), kecernaan protein kasar (KcPK), dan kecernaan serat kasar (KcSK) yang dilakukan secara in vitro menggunakan metode Tilley and Terry dengan waktu inkubasi 48 jam untuk kecernaan di dalam rumen dan 96 jam untuk kecernaan total. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi pola searah, kemudian bila tedapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suplementasi kombinasi minyak kedelai terproteksi dan minyak kedelai non terproteksi pada level 5%:0% meningkatkan total KcBK, KcBO dalam rumen, namun menurunkan KcPK dalam rumen.

This study aims to determine the effect of the combination of protected and non protected soybean oil supplementation on nutrient digestibility in vitro. Fatty acid protection using rejected milk and formaldehyde. Feed substrate consists of 60% elephant grass and 40% bran pollard, then supplemented with protected soybean oil and non-protected soybean oil with various levels of balance, namely 0%:5%, 1.25%:3.75%, 2.5%:2.5%, 3.75%:1, 25%, and 5%:0% based on BK substrate. This study consisted of three replications. Determination of nutrient digestibility values including dry matter digestibility (DMD), organic matter digestibility (OMD), crude protein digestibility (CPD), and crude fiber digestibility (CFD) were carried out in vitro using the Tilley and Terry method with an incubation time of 48 hours for digestibility. in the rumen and 96 hours for total digestibility. The data obtained were analyzed using unidirectional pattern variance analysis, then if there was a significant difference, it was continued with Duncan's New Multiple Range Test. The results showed that supplementation of the combination of protected soybean oil and non-protected soybean oil at the level of 5%:0% increased total DMD, OMD in the rumen, but decreased CPD in the rumen.

Kata Kunci : Minyak kedelai, Proteksi, Asam lemak, Kecernaan, In vitro

  1. S1-2022-430647-abstract.pdf  
  2. S1-2022-430647-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-430647-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-430647-title.pdf