Galeri Rakyat dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Desa Adat Osing Kemiren Banyuwangi
Feren Ayu Fransisca, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A.
2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTURGaleri Rakyat didesain dengan tujuan sebagai wadah untuk berekspresi, inventarisasi, edukasi, serta promosi kebudayaan setempat. Galeri tersebut ditujukan kepada para wisatawan lokal maupun mancanegara khususnya yang ingin mengenal ragam budaya masyarakat setempat. Galeri ini berisikan inventarisasi warisan budaya serta mengintepretasikan sejarah dan adat istiadat masyarakat di Desa Kemiren. Desa Kemiren memiliki banyak pusaka alam, budaya, serta saujana. Hal ini menjadikan desa tersebut dipilih menjadi salah satu desa yang berpotensi sebagai desa wisata, yang mana tetap harus melestarikan kekayaan alam dan budaya setempat. Selain itu, konsep Ekowisata juga telah dikembangkan. Adat istiadat serta kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun selalu diterapkan di setiap acara tertentu. Hal tersebut menjadikan salah satu alasan mengapa pendekatan yang diambil pada proses perancangan ini berdasarkan pada Pendekatan Arsitektur Organik. Pada perancangan ini, pendekatan tersebut dinilai sesuai untuk wisata keberlanjutan yang bisa dikembangkan. Selain itu, Pendekatan Arsitektur Organik mampu bercerita serta menunjukkan eksperimental sejarah yang mana harus dilestarikan ke generasi selanjutnya.
The People's Gallery was designed to be a place for expression, inventory, education, and promotion of local culture. The gallery is aimed at local and foreign tourists, especially those who want to know the variety of local cultures. This gallery contains an inventory of cultural heritage and interprets the history and customs of the people in Kemiren Village. Kemiren Village has many natural, cultural, and saujana heritage. This makes the Kemiren Village chosen to be one of the villages that have the potential as a tourist village, which still has to preserve the natural wealth and local culture. In addition, the concept of ecotourism has also been developed. Local customs that are done for generations are always applied at every particular event. This is why the approach taken in this design process is based on the Organic Architechture Approach. In this design, the approach is considered suitable for sustainable tourism that can be developed. In addition, the Organic Architechture Approach is able to tell stories and show experimental history that must be preserved to the next generation.
Kata Kunci : Galeri, Pameran, Karya Seni, Rakyat, Kebudayaan, Inventarisasi, Arsitektur organik, Suku Osing, Kemiren, Banyuwangi