ADOPSI BUDIDAYA HORTIKULTURA DI DALAM POLYBAG UNTUK PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI KAWASAN PENYANGGA SUAKA MARGASATWA PALIYAN
DEVINTA APRILIESTYA, Dr. Ir Lies Rahayu Wijayanti Faida, M.P; Dr. Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc.
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KEHUTANANIntensitas penggarapan lahan di dalam Suaka Margasatwa (SM) Paliyan sangat tinggi, yaitu 933 orang pada tahun 2016 dengan luas garapan hampir 80% luas kawasan. Anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) di desa penyangga SM Paliyan adalah penggarap di dalam kawasan. Pemberdayaan masyarakat dilakukan sejak tahun 2011, dan tahun 2017 dilakukan inovasi program melalui kegiatan budidaya hortikultura di dalam polybag sebagai upaya mengurangi intensitas masyarakat ke dalam kawasan SM Paliyan. Penelitian ini dilakukandengantujuan untuk mengidentifikasi tingkat adopsi dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi program. Penelitian dilakukan di empat (4) KTH sekitar SM Paliyan, Yaitu KTH Petak 136, KTH Wana Raharja, KTH Sodong Makmur, dan KTH Ngudi Lestari dengan jumlah responden 60 orang. Pengambilan data terkait tingkat adopsi, faktor yang mempengaruhi adopsi dan kelembagaan menggunakan Kuisioner dan instrumen Skala Likert dengan skala 1-5. Kuisioner diuji Validitas dan Reliablitas, kemudian data dianalisis menggunakan software R 4.1.0 untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat adopsi. Tingkat adopsi budidaya hortikultura di dalam polybag pada anggota KTH tinggi, yaitu sebanyak 46 orang (76,6%). paling tinggi pada anggota KTH Petak 136. Penanaman di dalam polybag tidak diadopsi secara penuh, tetapi pekarangan telah dimanfaatkan untuk menanam hortikultura oleh semua anggota KTH. Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat adopsi anggota KTH terhadap budidaya hortikultura di dalam polybag adalah manfaat relatif, kesesuaian, trialabilitas, observabilitas, sifat sasaran, saluran komunikasi, dan keadaan penyuluh. Kelembagaan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program budidaya hortikultura di dalam polybag. Tingkat adopsi tinggi tidak berpengaruh signifikan terhadap berkurangnya intensitas penggarapan lahan SM Paliyan oleh anggota KTH.
The intensity of land cultivation within the Paliyan Wildlife Sanctuary (WS) is very high, with a total of 933 people in the year of 2016 and an arable area of 80% of the whole area. Members of the Forest Farmers Group (KTH) in the PaliyanWS buffer village are farmers within the area.Community empowerment has been implemented since 2011, and in 2017 program innovations were carried out through horticultural cultivation activities in polybags as an effort to reduce the amount of people entering the Paliyan WS. This research aimed to identify the adoption rate and the factors that influence program adoption. This research was carried out at four (4) KTH surrounding the Paliyan WS, these being Plot 136KTH, WanaRaharjaKTH, Sodong MakmurKTH, and Ngudi Lestari KTH with a total of 60 respondents. Data collection related to adoption rates, factors affecting adoption and institutionalization was carried out by usingquestionnaires and Likert Scale instruments on a scale of 1-5. The questionnaire was tested for its validity and reliability, then the data were analyzed using R 4.1.0 software to identify the factors that influence the adoption rate. The adoption rate of horticultural cultivation in polybags for KTH members is high, with a total of 46 people (76.6%),the highest being that of Plot 136 KTH. Planting in polybags is not fully implemented, but gardens are utilized for horticultural planting by all KTH members. Factors that influence the adoption rate of KTH members of horticultural cultivation in polybags are relative benefits, suitability, trialability, observability, target characteristics, communication channels, and the state of the extension workers. Institutionalization is a very important factor in the success of horticultural cultivation programs in polybags. A high adoption rate does not have a significant influence on the decrease of land cultivation intensity in the Paliyan WS by KTH members.
Kata Kunci : adopsi, faktor adopsi, hortikultura, lahan pekarangan, paliyan /adoption, adoption factors, horticultural, garden land, Paliyan