Laporkan Masalah

PELINDUNGAN HUKUM BAGI AHLI WARIS DARI PEKERJA YANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT KECELAKAAN KERJA (STUDI KASUS DALAM PUTUSAN KASASI NOMOR 1409 K/PDT.SUS-PHI/2020)

ALEXANDER B. AGASTYA, Prof. Dr. Ari Hernawan, S.H., M.Hum

2022 | Tesis | MAGISTER HUKUM BISNIS DAN KENEGARAAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai pelindungan hukum bagi ahli waris dari pekerja yang meninggal dunia pada saat menjalankan pekerjaannya. Tujuan lain dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis upaya hukum yang dapat dilakukan oleh ahli waris dari pekerja yang meninggal dunia terhadap dibatalkannya putusan pemberian ganti rugi bagi ahli waris dari pekerja oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi, keduanya ditinjau berdasarkan kasus dalam Putusan Kasasi Nomor 1409 K/Pdt.Sus-PHI/2020. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif (normative legal research) yang bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan melalui penelitian kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder atas berbagai bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan alat berupa studi dokumen. Penelitian ini didukung wawancara terhadap narasumber akademisi dengan mempergunakan alat berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Hasil Penelitian ini menyimpulkan pertama, pelindungan hukum yang dapat diperoleh ahli waris dari pekerja yang meninggal dunia yaitu pelindungan hukum preventif dan pelindungan hukum represif. Pelindungan hukum preventif kepada ahli waris dari pekerja dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan pihak pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan. Pelindungan hukum represif dapat diberikan oleh pengadilan hubungan industrial dengan cara, ahli waris dari pekerja yang meninggal dunia mengajukan gugatan terhadap sisa santunan yang belum diterima oleh ahli waris sebesar Rp. 92.099.576.-. Kedua, upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap dibatalkannya pemberian ganti rugi pada ahli waris dalam Putusan Kasasi Nomor 1409 K/Pdt.Sus-PHI/2020, yaitu dengan cara mengajukan gugatan ulang kepada pengadilan hubungan industrial. Kata Kunci : Pelindungan Hukum, Ahli Waris, Pekerja, Kecelakaan Kerja.

The purpose of this study is to find out and analyze legal protection for the heirs of workers who died while carrying out their work and to find out and analyze legal remedies that can be taken by the heirs of workers who died against the cancellation of the decision to provide compensation for workers who died. the heirs of the workforce by the Panel of Judges of the High Court, both of which were reviewed based on the case in the Cassation Decision Number 1409 K/Pdt.Sus-PHI/2020. This research is a descriptive normative juridical research. The research was conducted through library research to obtain secondary data on various primary, secondary and tertiary legal materials using a document study tool. This research was supported by interviews with academic sources using a tool in the form of interview guidelines. The research results were analyzed qualitatively and presented descriptively. This study has a conclusion, namely, first, the legal protection that can be obtained by the heirs of the deceased worker is preventive legal protection and repressive legal protection. Preventive legal protection for the heirs of workers can be done by registering the workers with BPJS Ketenagakerjaan. Repressive legal protection can be provided by the industrial relations court by means, the heirs of the deceased worker file a lawsuit against the remaining compensation that has not been received by the heirs in the amount of Rp. 92,099,576.-. Legal remedies that can be taken against the cancellation of compensation for the heirs in the Cassation Decision Number 1409 K/Pdt.Sus-PHI/2020, namely by filing a re-suit to the industrial relations court. Keywords: Legal Protection, Worker's Heirs, Worker, Work Accident.

Kata Kunci : Pelindungan Hukum, Ahli Waris, Pekerja, Kecelakaan Kerja

  1. S2-2022-465575-abstract.pdf  
  2. S2-2022-465575-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-465575-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-465575-title.pdf