Laporkan Masalah

PENGARUH KEBIJAKAN MONETER TERHADAP KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI 33 PROVINSI DI INDONESIA (2010-2019

ARI WIBOWO, Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D.

2022 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Ketimpangan distribusi pendapatan adalah salah satu indikator penting untuk menilai kinerja perekonomian di suatu negara. Pasalnya dengan ini pembuat kebijakan bisa melihat apakah pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh seluruh masyarakat atau hanya sebagian orang saja. Selain untuk merumuskan suatu kebijakan yang tepat, memahami permasalahan dasar mengenai kesenjangan pendapatan juga penting untuk pengambil langkah kebijakan bank sentral. Tujuan penelitian ini yaitu melihat pengaruh kebijakan moneter terhadap kesenjangan distribusi pendapatan di Indonesia selama kurun waktu 2010 hingga 2019. Alat analisis yang digunakan adalah System Generalized Method of Moments (System GMM) yang berbasis dari data panel. Variable of interest pada penelitian ini adalah real interest rate sebagai proksi kebijakan suku bunga moneter Bank Indonesia, sedangkan sebagai dependent variable adalah Gini ratio, serta control variable adalah GDP deflator, pendapatan per kapita riil, dan posisi kredit riil. Hasil temuan empiris dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang diproksikan melalui instrumen BI rate secara signifikan tidak memengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan di Indonesia. Hal ini dimungkinkan karena adanya variabel transmisi lain yang berpengaruh terhadap Gini ratio. Adapun faktor yang memengaruhi ketimpangan pendapatan secara signifikan adalah variabel lag ketimpangan pendapatan, pendapatan per kapita riil, dan juga posisi kredit riil per provinsi.

Inequality of income distribution is one of the important indicators to assess economic performance in a country. Because with this policy makers can see whether economic growth is felt by the whole community or only some people. In addition to formulating an appropriate policy, understanding the basic issues regarding income inequality is also important for central bank policy makers. The purpose of this study is to look at the effect of monetary policy on the income distribution gap in Indonesia during the period 2010 to 2019. The analytical tool used is the Generalized Method of Moments (System GMM) based on panel data. Variable of interest in this study is the real interest rate as a proxy for Bank Indonesia's monetary interest rate policy, while the dependent variable is the Gini ratio, and control variable is the GDP deflator, real per capita income, and real outstanding credit. The empirical findings in this study indicate that monetary policy as proxied through the BI rate instrument does not significantly affect the inequality of income distribution in Indonesia. This is possible because there are other transmission variables that affect the Gini ratio. The factors that significantly influence income inequality are lag, real per capita income, and also the real credit position per province.

Kata Kunci : kebijakan moneter, ketimpangan pendapatan, system GMM

  1. S1-2022-426577-abstract.pdf  
  2. S1-2022-426577-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-426577-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-426577-title.pdf