Analisis Kinerja Dan Strategi Penanganan Simpang Bersinyal Denggung Kabupaten Sleman
MUH ALFIAN PUTRA P, Dr. Eng. iman Haryanto, ST., MT.
2022 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPILSimpang Denggung merupakan salah satu simpang bersinyal yang ada di Kab. Sleman, D.I.Yogyakarta yang memiliki lalu lintas yang padat dan sering terjadi kemacetan. Nilai tingkat pelayanan yang buruk pada Simpang Denggung sangat mengganggu aksesibilitas transportasi. Nilai tingkat pelayanan yang buruk tersebut diperlukan evaluasi dan analisis Simpang Denggung untuk melakukan strategi penanganan kinerja Simpang Denggung sehingga nilai tingkat pelayanan dapat ditingkatkan. Proses analisis kinerja simpang dilakukan dengan tahapan analisis data lalu lintas dan data kondisi lingkungan simpang untuk mendapatkan volume lalu lintas dan kapasitas serta digunakan untuk menentukan nilai tingkat kinerja Simpang Denggung yakni derajat kejenuhan dan tundaan simpang. Nilai kinerja Simpang Denggung selanjutnya digunakan untuk menentukan strategi penanganan untuk meningkatkan nilai tingkat pelayanan Simpang Denggung. Hasil analisis Simpang Denggung disimpulkan bahwa kondisi kinerja eksisting Simpang Denggung sangat buruk dan tidak memenuhi persyaratan sehingga diperlukan strategi penanganan. Strategi penanganan akhir didapatkan nilai kapasitas simpang jam puncak pagi, siang, dan sore sebesar 779,75 smp/jam; 788,25 smp/jam; dan 793,75 smp/jam, nilai derajat kejenuhan jam puncak pagi, siang, dan sore sebesar 0,54; 0,93; dan 0,98, dan nilai tundaan jam puncak pagi, siang, dan sore sebesar 74,14 detik; 155,23 detik; dan 149,05 detik.
Denggung intersection is one of the signalized intersections in district Sleman, D.I.Yogyakarta which has heavy traffic and frequent congestion. The value of poor service levels at the Denggung intersection greatly disrupts transportation accessibility. The value of poor service level is needed evaluation and analysis of Denggung intersection to carry out a strategy for handling the performance of the Denggung intersection so that the value of service level can be improved. The intersection performance analysis process is carried out with the stages of analysis of traffic data and environmental conditions of intersections to obtain traffic volume and capacity and used to determine the performance level of the Denggung Intersection namely the degree of saturation and delay intersection. The performance value of Denggung intersection is then used to determine the handling strategy to increase the value of the Denggung intersection service level. The results of the Denggung intersection analysis concluded that the existing performance conditions of Denggung intersection were very bad and did not meet the requirements so that a handling strategy was needed. The final handling strategy is obtained bythe value of capacity intersection of the peak hours of morning, afternoon, and evening is 779,75 pcu / hour; 788,25 pcu / hour; and 793,75 pcu / hour, the value of the degree of saturation of the peak hours of morning, afternoon, and evening is 0.54; 0.93; and 0.98, and the value of peak hours of morning, afternoon and evening hours is 74,14 seconds; 155,23 seconds; and 149,05 seconds.
Kata Kunci : Simpang bersinyal, Kapasitas simpang, Derajat kejenuhan, Tundaan, Tingkat pelayanan simpang