Analisis Flypaper Effect pada Belanja Daerah di Kabupaten/Kota Provinsi Banten Tahun Anggaran 2009-2019
TASYA SABILLA AZKA, Dr. RY. Kun Haribowo, S.E., M.Si.
2022 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHANDiberlakukannya otonomi daerah di Indonesia membuat adanya perubahan pada pengelolaan administrasi pemerintahan dan keuangan daerahnya. Desentralisasi fiskal sebagai implikasi dari adanya otonomi daerah kemudian ditindaklanjuti dengan adanya hubungan antara keuangan pusat daerah. Pemerintah pusat memberikan sebuah dana berupa dana perimbangan sebagai bentuk dari perwujudan adanya otonomi dan desentralisasi fiskal. Dana perimbangan berupa DAU, DAK, dan DBH diharapkan dapat berfungsi sebagai pemerata dan penyeimbang fiskal serta sebagai dana yang digunakan untuk kegiatan yang sifatnya darurat. Namun dalam kenyatannya, dana perimbangan seringkali dijadikan sebagai sumber utama pendapatan daerah yang membuat tingkat kemandirian daerah menjadi rendah dan mengarah kepada penyimpangan berupa flypaper effect. Fenomena tersebut terjadi ketika pemerintah lebih responsif melakukan belanja daerah menggunakan dana transfer dari pusat dibandingkan dengan PAD nya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh PAD dan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) terhadap belanja daerah di Kabupaten/kota Provinsi Banten TA 2009-2019 dan apakah terdapat fenomena flypaper effect pada belanja daerah di Kabupaten/kota Provinsi Banten TA 2009- 2019. Untuk dapat memenuhi tujuan tersebut maka dilakukan analisis berupa regresi data panel dimana hasilnya menunjukan bahwa PAD, DAU, dan DAK berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah, sedangkan DBH tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah, dan terdapat flypaper effect pada belanja daerah di Kabupaten/kota Provinsi Banten di saat pemerintah menggunakan DAU.
The implementation of regional autonomy in Indonesia has made changes in the management of government administration and regional finance. Fiscal decentralization as an implication of the existence of regional autonomy is then followed up by the existence of a relationship between regional-central finances. The central government provides a fund in the form of a balancing fund as a form of realizing the existence of fiscal autonomy and decentralization. Balancing funds or also known as grants in the form of DAU, DAK, and DBH are expected to be an equalizer and fiscal balancer as well as funds used for emergency activities.However, in reality, the grants from the central government are often used as the main source of regional income, which makes the level of regional independence low and leads to an anomaly condition called flypaper effect. This phenomenon occurs when the local government is more responsive in carrying out regional expenditures using transfer funds from the center compared to its own PAD. This study aims to examine the effect of PAD and transfer funds (DAU, DAK, and DBH) on regional expenditures in the Regency/City of Banten Province for the 2009-2019 fiscal year and whether there is a flypaper effect phenomenon on regional spending in the Banten Province Regency/City 2009-2019. To be able to meet these objectives, an analysis in the form of panel data regression was carried out where the results showed that PAD, DAU, and DAK had a significant effect on regional spending, while DBH had no significant effect on regional spending, and there was a flypaper effect on regional spending in the Regency/City of Banten Province when the government uses DAU.
Kata Kunci : Otonomi, Desentralisasi, PAD, DAU, DAK, DBH, Flypaper Effect