Laporkan Masalah

Perbandingan Unsur Kearifan Lokal pada Film Korea Selatan Sunny dan Film Indonesia Bebas

AUDREY LUTHFIA H, Ummul Hasanah, S.S., M.A

2022 | Tugas Akhir | D3 BAHASA KOREA

Indonesia dan Korea Selatan merupakan negara-negara yang menerapkan norma budaya sebagai bukti menjunjung tinggi nilai moral. Indonesia dan Korea Selatan masing-masing memiliki kearifan lokal sebagai salah satu aspek budaya. Film dapat dijadikan sebagai media dalam mempelajari suatu kearifan lokal. Hal tersebut juga berlaku dalm film Korea Selatan Sunny dan salah satu film adaptasinya Bebas asal Indonesia. Tugas Akhir ini berjudul “Perbandingan Unsur Kearifan Lokal pada Film Korea Selatan Sunny dan Film Indonesia Bebas” yang membahas mengenai perbandingan unsur dimensi kearifan lokal yang terlihat melalui penyesuaian unsur kearifan lokal film adaptasi Indonesia Bebas terhadap film orisinilnya Sunny. Perbandingan dalam penelitian ini dapat dicapai dengan mengetahui perbedaan dan persamaan kearifan lokal pada Korea Selatan dan Indonesia yang dapat ditemukan dalam kedua film. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan memilih dan menganalisis potongan adegan pada film yang menunjukkan unsur kearifan lokal menjadi sebuah perbandingan. Penelitian ini hanya membahas tiga dimensi kearifan lokal menurut teori Mitchell yang termasuk dalam dimensi pengetahuan lokal, dimensi nilai lokal, dan dimensi solidaritas kelompok lokal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan unsur kearifan lokal budaya Indonesia dan Korea Selatan melalui aspek dialek daerah, tren pakaian, idiom, bahasa gaul, dan budaya pemakaman. Persamaan unsur kearifan lokal pada kedua film dapat ditemukan pada aspek kesetiaan dan solidaritas antara anggota kelompok. Perbedaan unsur dimensi kearifan lokal tidak merubah inti cerita pada film, sedangkan adanya persamaan dimensi kearifan lokal dapat mendukung inti cerita pada film adaptasi untuk semakin menyerupai film orisinilnya. Kata kunci: Indonesia, Korea Selatan, kearifan lokal, film, budaya populer

Indonesia and South Korea are countries that apply cultural norms as evidence of the application of moral values. Indonesia and South Korea each have local wisdom as one aspect of culture. Films can be used as a medium for learning about local wisdom. This is also true in the South Korean film Sunny and one of the Indonesian remake of the film called Bebas. The paper is titled "Comparison of Local Wisdom between South Korean Film Sunny and Indonesian Film Bebas." which deals with the comparison of dimensions of local wisdom seen through the adjustment of local wisdom in the film Bebas to the elements of local wisdom in the film Sunny. Comparisons in this study can be achieved by knowing the differences and similarities of local wisdom in South Korea and Indonesia that can be found in both films. The research method used in this study is a qualitative descriptive method, by selecting and analyzing pieces of scenes in films that show elements of local wisdom into a comparison. This study deals only with the three dimensions of local wisdom according to the theory of Mitchell that includes dimensions of local knowledge, dimensions of local values, and dimensions of local group solidarity. The analysis shows that there are differences in the local wisdom of Indonesian and South Korean culture through regional dialect aspects, clothing trends, idioms, slangs, and funeral culture. The local group solidarity aspect in both films can be found in aspects of fidelity and solidarity between group members. The difference in the dimensions of local wisdom does not change the storyline of the film, whereas the similarity in dimension of local wisdom can support the storyline of the film adaptation to further resemble the original film.

Kata Kunci : Indonesia, Korea Selatan, kearifan lokal, film, budaya populer